Hari ini genap satu minggu saya kembali ke tanah air (Aceh) setelah lebih dari 2 tahun. Minggu lalu hari senin malam saya dan keluarga berangkat dari Taiwan jam 23.45 waktu Taiwan dan tiba di KNO Medan hari Selasa jam 6.45 Wib setelah transit di Kuala Lumpur selama 2 jam.
Setelah menghabiskan waktu di Medan saya melanjutkan perjalanan darat ke Lhokseumawe. Di Lhokseumawe saya tinggal di Uteun Bayi, sementara orang tua tinggal di Keude Krueng. Dan saya pulang ke rumah orang tua dan ternyata di sana tidak ada jaringan 3G/4G. Saya pun jadinya puasa internet dan steemit tentunya.
Sejak masih di Taiwan saya sudah mendengar tentang menjamurnya warkop di Aceh. Saya sudah melihatnya sendiri baik di kota maupun di kampung orang tua. Di jalan menuju kampung orang tua saya melihat ada warkop baru yang selalu ramai yaitu dr. Kupi. Dari adik saya saya mengetahui bahwa diwarkop ini tempat mangkalnya para steemian KSI Chapter Lhokseumawe. Sejak tiba di Lhokseumawe hari Rabu lalu saya baru sempat mampir di warkop ini hari sabtu malam dan bertemu dengan steemian
dan salah satu kurator indonesia
. Saya hanya sempat menuntut ilmu singkat dari
, sementara dari
belum sempat belajar karena dia datang agak terlambat dan sudah di tunggu oleh steemian lain yang membutuhkan bantuanya karena akunnya menjadi korban phising.
Dari , seorang guru SMA, saya mendapatakan wejangan berharga dalam bersteemit. Sebagai steemian baru saya harus berterimakasih kepada siapa saja yang telah meperkenalkan steemit kepada saya. Selanjutnya saya tidak bisa berharap banyak kepada yang memperkenallkan untuk membantu saya untuk sukses dalam bersteemit. Steemit bukan lagi baru, proses pengembangannya terus berjalan, begitu juga dengan steemian yang perlu berporses dalam mengembangkan diri untuk sukses secara mandiri di steemit. Mendengar cerita bagaimana usaha mereka yang bergabung dengan steemit diawal rasanya tidak sebanding dengan segala kemudahan yang ada sekarang. Yang pasti mereka selalu mau berbagi tanpa ada rasa superior.
Kemarin saya kembali melakukan perjalanan ke Medan dari Lhokseumawe. Setelah lelah mengendarai mobil selama 3 jam, saya mampir di salah satu warkop di kota Langsa, Putroe Kupi nama warkopnya. Disini saya dan keluarga menikmati mie kepiting penuh gizi dan protein untuk menambah energi melanjutkan perjalanan ke Medan. Sambil menikmati makanan alun musik dan lagu dari yang di putar melalui sound system warkop mengiringi suasana santapan kami. Warkop di Aceh memang sudah bertranformasi dari sekedar tempat nongkrong menjadi tempat bisnis.
Terimakasih sudah berkunjug ke blog saya
Thank you for visiting my blog
Taiwan, April 26th, 2018
this banner is a referral to register new account on Binance.com