Bosan, itu yang saya rasakan tadi siang saat kegiatan lagi kosong, maklum saya bekerja hanya setengah hari, untuk menghilangkan kebosanan saya, akhirnya saya putuskan untuk main ke bengkel pandai besi yang tidak jauh dari rumah, kali aja dapat ide buat ngepost.
Sesampai ku disana saya langsung di sambut dengan kopi sareng yang menjadi primadona di kalangan para pekerja keras, walau pun kopi sareng sudah ada penantang yang lebih modern dari segi penyajian nya, tapi sihitam ini belum mampu digerus jaman, tapi kita tinggalkan dulu kopinya, kita balik ke topik kita.
Seorang kakek berbadan kurus tapi berotot sedang mengayuh roda tungku api sekaligus roda kehidupannya
Ya untuk menghasilkan api yang sangat panas diperlukan kekuatan angin yang dihembuskan dari alat yang cara kerja nya mirip hair dryer tapi masih manual.
Di dalam tungku yang membara terdapat sepotong pisau rusak yang akan di perbaiki,
Saat pisau tersebut cukup panas, pisau akan di pukul dengan palu untuk merapikan bilah nya dari kerusakan, dan itu di ulang sampai dua atau tiga kali
Setelah dirasa bentuk bilah sudah sesuai dengan yang diinginkan, beliau melanjutkan pada proses mengikir bilah, proses ini bertujuan untuk membentuk mata pisau atau sisi yang tajam pada bilah
Kalau sudut ketajaman sudah di dapat, maka proses terakhir yang akan di lakukan adalah penyepuhan yaitu bilah pisau kembali di bakar sampai suhu tertentu lalu di celupkan dengan segera kedalam air, proses ini bertujuan untuk hardening atau membuat bilah pisau kembali mengeras agar tidak lembek dan mudah bengkok saat di gunakan.
Lokasi: bengkel utoh min jalan mesjid geudong
Bagi kawan-kawan silakan upvote postingan ini, dan kalau masih bingung cara follow akun saya silakan klik tombol di bawah