As the wise men say, life is like a wheel of a cart, up and down to change. Many people were worshiped, respected, respected, glorified, but now hunted for imprisonment.
See how the fate of former Thai Prime Minister Yingluck Shinawatra. This beautiful woman of noble descent was once so humbled. As the leader of a large country in the Southeast Asia region, she became so famous.
The clothing model she uses is often followed by millions of people until it becomes fashionable and trending. Thousands of photographs are spread in many media in various parts of the world. But after being overthrown, she also had to flee his country.
For years she was traced and hunted. Now the ruling government is requesting that the British Empire deport her to serve a sentence that has been decided by a court in Bangkok.
Nothing lasts forever. Like life itself, as well as all the things that take place in it, it is still there early and there is always an end. Therefore, when in good condition, be thankful, be careful, don't be arrogant and imperious.
Instead do the best we can. Even if you can't afford to please everyone, at least we have the desire to do it.
May this story of Yingluck Shinawatra be a lesson for all of us. Learning from other people's stories and experiences is also a valuable learning process.

*INDONESIA*
Bijak Dalam Bertindak
Seperti kata orang-orang bijak, hidup ini bagai roda pedati, atas dan bawah ganti berganti. Banyak orang dulu dipuja-puja, dihormati, disegani, dimuliakan, namun sekarang diburu untuk dipenjarakan.
Lihatlah bagaimana nasib mantan Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra. Perempuan cantik keturunan bangsawan ini dulu begitu dieluka-elukan. Sebagai pemimpin sebuah negara besar di kawasan Asia Tenggara, Ia menjadi begitu terkenal.
Model pakaian yang Ia gunakan kerap diikuti jutaan orang hingga menjadi mode dan trending. Ribuan fotonya tersebar di banyak media di pelbagai belahan dunia. Namun setelah digulingkan, Ia pun harus lari meninggalkan negerinya.
Bertahun-tahun Ia dilacak dan diburu. Kini pemerintah yang berkuasa meminta agar Kerajaan Inggris mendeportasinya untuk menjalani hukuman yang telah diputuskan pengadilan di Bangkok.
Tak ada yang abadi. Seperti kehidupan itu sendiri, begitupun semua hal yang berlangsung di dalamnnya, tetap ada awal dan selalu ada akhir. Karena itu ketika berada pada kondisi baik, maka bersyukurlah, berhati-hatilah, jangan sombong dan pongah.
Sebaliknya berbuatlah yang terbaik yang bisa kita dilakukan. Bilapun tak mampu untuk menyenangkan semua orang, setidaknya kita punya keinginan untuk melakukannya.
Semoga kisah Yingluck Shinawatra ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Belajar dari kisah dan pengalaman orang lain juga merupakan proses pembelajaran yang berharga.
