Seorang ibu adalah gerbang terbuka
menuju alam kehidupan
dari rahimnya
memancar cahaya
penerang menuju dunia
Desah napasnya memberi kehidupan
memberi kehangatan sebagaimana matahari
memendar cahaya sebagaimana rembulan
bekerlip sebagaimana bintang
memberi kesejukan sebagaimana embun
memberi keheningan sebagaimana sepertiga malam
indah bersinar sebagaimana purnama
memberi kesegaran sebagaimana udara di pagi hari
Seorang ibu adalah rahim bagi semua insan
darah bagi kehidupan
denyut bagi nadi
perempuan itu adalah ibu bagi semua
sebab kita tak bisa memilih ibu
dan ibu tak mampu memilih anak
Lalu mengapakah ibu mengkhianati diri
menabur duri di sepanjang masa kuasa
amanah di tangannya untuk semua
bagi dunia yang tanpa noda
Jabatan ibu takkan pernah berhenti
jabatan bupati, wali kota, menteri, hakim, jaksa, polisi
deretkan lagi seluruh jabatan yang ada
tak akan sepadan dengan jabatan ibu
sebab ibu jalan menuju surga
mengapa tega menukar surga
dengan nafsu kuasa
Korupsi seorang ibu
seperti kematian yang datang sebelum waktunya
sebagaimana desah kehilangan napasnya
sebagaimana matahari tanpa kehangatan
sebagaimana rembulan tanpa cahaya
sebagaiman bintang tanpa kerlip
sebagaimana embun tanpa kesejukan
sebagaimana sepertiga malam tanpa keheningan
sebagaimana purnama yang redup lalu tenggelam
sebagaimana ombak tanpa gemuruh
sebagaimana lagu tanpa nada
sebagaimana raga tanpa ruh
Cukuplah dua tiga dua ibu yang korup
untuk iktibar bagi seluruh ibu
dengan amanah dalam genggaman
teguh menjalankan kuasa seperti sumpah
seluruh godaan di puncak tahta
tak seberat tantangan memberi kehidupan
bagi anak-anakmu di dunia
Kalau seorang ibu sudah korupsi
di manakah lagi kesucian terjaga?
SALAM KOMUNITAS STEEMIT INDONESIA