The people of North Sumatra have a variety of relics and cultures that captivate the world. One of them is ulos cloth which has so far enriched Indonesia's cultural heritage.
Ulos cloth is currently not only used by the Tapanuli community, but also becomes the clothing of the pride of the people of North Sumatra and even people in other parts of Indonesia.
It is not surprising that Ulos later became a market-interested fabric. In addition to its unique motives, ulos also become a symbol and identity of a tribe that has an extraordinary civilization.
Ulos are woven in the form of scarves, for the Batak people to become a sacred symbol. Because ulos have always been used as a binding affection for centuries ago.
To continue to introduce ulos cloth to the world, at the Archipelago Woven Fabric Festival which was held for five days in North Tapanuli Regency, North Sumatra, there were also displayed ulos cloth. This activity takes the theme "Ahu Partonun", which means I am a weaver. About 100 woven fabrics are on display at this festival.
Not only that, at the closing of the festival, the works of designer Edward Hutabarat were also displayed. Edward who is also known as an art curator is a native son of North Tapanuli.
As many as 30 ulos of weaving motifs named after Ulos Batak in innovation were shown to hundreds of people who came to watch the event.
Let us love our nation's cultural heritage by continuing to maintain its existence in the midst of our lives. If not who we are. If not now when.

*INDONESIA*
Ulos, Kebanggan Masyarakat Indonesia pada Dunia
Masyarakat Sumatera Utara punya beragam peninggalan dan kebudayaan yang memikat dunia. Salah satunya adalah kain ulos yang selama ini ikut memperkaya warisan budaya Indonesia.
Kain ulos saat ini tak hanya digunakan oleh masyarakat Tapanuli saja, namun juga menjadi pakaian kebanggaan masyarakat Sumatera Utara bahkan masyarakat di daerah lain Indonesia.
Tak heran bila kemudian ulos menjadi kain yang diminati pasar. Selain karena motifnya yang unik, ulos juga mejadi simbol dan identitas dari sebuah suku yang memiliki peradaban luar biasa.
Ulos yang ditenun berbentuk selendang, bagi masyarakat Batak menjadi simbol yang sakral. Karena ulos selalu dijadikan sebagai pengikat kasih sayang sejak berabad abad yang lalu.
Untuk terus mengenalkan kain ulos pada dunia, pada Festival Kain Tenun Nusantara yang digelar selama lima hari di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, ikut dipajang kain ulos. Kegiatan ini mengambil tema "Ahu Partonun", yang berarti saya seorang penenun. Sekitar 100 kain tenun dipajang pada festival ini.
Tak hanya itu, pada penutupan festival juga ditampilkan karya-karya desainer Edward Hutabarat. Edward yang juga dikenal sebagai kurator seni merupakan putra asli Tapanuli Utara.
Sebanyak 30 ulos motif tenun yang dinamai dengan ulos Batak in innovation diperlihatkan pada ratusan orang yang datang untuk menyaksikan acara tersebut.
Mari kita cintai warisan budaya bangsa kita dengan terus mempertahankan keberadaannya di tengah kehidupan kita. Bila bukan kita siapa lagi. Bila bukan sekarang kapan lagi.