Dear Steemian
Selamat sore sahabat steemian semuanya. Namaku Aizul. Aku hanya seorang pria biasa. Hanya sekedar pria yang kini duduk di bangku perkuliahan. Namun aku bukan pria yang aktif. Bisa dibilang aku hanya mahasiswa biasa, yang setiap harinya hanya kuliah-pulang. Aku juga tidak termasuk kedalam runtutan anak hits dikampus yang hedonis. Aku hanya pria pendiam yang berusaha untuk lulus kuliah tepat waktu. Aku memilih untuk menyendiri di taman kampus sembari menuangkan pikiranku kedalam sebuah tulisan. Karena aku suka menulis, dibanding harus berbicara, pikiran dalam benakku akan terasa lebih indah jika kutuang dalam rangkaian kata. Ya itulah aku. Dan hari ini aku ingin menulis tentang pesona Langit senja, karena aku sangat suka menikmati keindahan langit senja di sore hari.
PESONA langit senja memang selalu membuat mata terpana melihatnya. Apalagi jika senja tersebut disaksikan di tempat yang indah pula. Langit senja yang merona dan semakin merah di atas hamparan laut luas mampu membuat jantung seakan berhenti berdegup. Bagaimana tidak, keindahannya tak cukup untuk digambarkan dengan kata-kata.
Senja adalah sebuah pembatas antara siang dan malam. Senja adalah pemisah, agar keduanya tidak berjumpa. Senja, sebuah penanda berakhirnya cerita. Hadirnya seperti sebuah kata pinta agar sang mentari segera menggelamkan dirinya. Membuat cahaya mentari itu meredup dan membiarkan awan menjadi penguasa sang langit.
senja adalah akhir dari sebuah hari, membuat apa-apa yang telah terjadi menjadi sebuah rangkaian cerita yang terususun rapi. Seperti puzzle yang harus dirangkai agar terbentuk rupa yang dapat dikenali, kisah-kisah dihari itu yang akan menjadi kenangan dikemudian hari.
Inilah cerita senjaku di hari ini, semoga kalian semua menyukainya.