Menjadi pekerja sosial bukanlah pilihan yang tepat jika tujuannya hanya untuk memupuk harta dan kekayaan berlebih. Jauh dari kata sejahtera, apalagi hidup mewah, bisa makan untuk hari ini itu sudah sangat syukur, itu mungkin sedikit gambaran tentang kehidupan sebagian para pekerja sosial.
Salah satu steemian yang telah sukses dan berjaya, pernah curhat soal ini. "Bekerja sebagai pekerja sosial bukanlah sebuah pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga" tulisnya dalam satu tulisan yang diberi tajuk My Steem Ambassador Application.
Atas dasar itu, pemuda yang pernah bermain di dunia publisher adsense bermigrasi ke media sosial steemit. Bahkan laki-laki dengan postur tinggi yang dan tercatat sebagai seorang pekerja di sebuah perusahaan jasa penitipan barang dan jasa sudah pernah mendapatkan belasan juta selama bersteemit ria.
Baiklah, di postingan ini saya tidak bercerita tentang benefit yang akan dan sudah diterima oleh sebagian steemian di steemit. Akan tetapi hanya memberi sedikit gambaran bagaimana rasanya menjadi seorang pekerja sosial. Ini bisa saya tulis karena saya masih termasuk sebagai pekerja sosial disebuah NGO sebagaimana yang tertulis di bio saya.
Pekerja sosial yang maksud dalam tulisan ini adalah orang-orang yang bekerja di sebuah LSM atau organisasi sosial lainnya. Hal ini perlu disampaikan sehingga tidak terjadi penafsiran yang salah atau sesat pikir atas postingan ini. Diluar sana, sangat banyak pengertian-pengertian tentang pekerja sosial yang dikemukakan oleh para expert.
Bekerja sebagai pekerja sosial memang bukanlah pilihan banyak orang. Pendapatan yang pas-pasan yang kadang juga dibawah upah minimum menjadi salah satu penyebab pekerjaan ini dijauhi oleh banyak orang. Sehingga wajar, kaderisasi pekerja sosial terkesan stagnan dan jalan ditempat. Namun bukan berarti tidak ada sama sekali
Beberapa diantara mereka yang bekerja disektor ini sudah sangat faham tentang pendapatan yang didapat. Kadang ada kadang juga tidak ada sama sekali. Sehingga mendorong mereka memikirkan strategi agar dapur tetap mengepul, dan kegiatan yang digeluti tetap bisa dijalankan.
Meskipun dari sisi pendapatan sangat miskin, tapi saya yakin pekerja sosial sangat kaya dengan ide-ide kreatif untuk mendorong perubahan. Sehingga tak jarang, beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh negara merupakan hasil buah pikir kawan-kawan beraktifitas disektor ini.
Pekerja sosial memang dituntut untuk kreatif, agar lebih gampang menghadapi dinamika sosial. Mereka takkan pernah kehabisan ide dan gagasan serta strategi ketika berhadap dengan berbagai persoalan dilapangan. Inilah kelebihan pekerja sosial, meskipun miskin pendapatan tapi kaya akan ide kreatif.
Semua Foto Bersumber dari Pixabay.com