Pasti pernah donk dilanda oleh rasa yang satu ini? Rasanya gimana?
Adoooh, jangan ditanya deh. Kalian pasti udah tau persis gimana ga enaknya jika si rasa ini sedang bertandang di hati. Semua jadi serba salah, bahkan untuk bersikap pun jadi ga tentu arah. Hayo, udah kerasa gimana rasanya yang namanya jenuh ini?
Yes!
Nah, aku lagi disambangi oleh rasa ini. Jenuh! Yup, aku jenuh! Jenuh menulis, dan buntu ide. Rasanya males aja buka halaman steemit ini dan pengennya malah..., apa, ya? Aku tuh sebenarnya pengen apa, sih? Aih, susah banget menerjemahkan rasa ini, deh! Jenuh, saturated. Ah!
How to Handle This?
Nah, jika sedang dilanda oleh rasa ini, kalian biasanya gimana? What do you do to handle this feeling? Ngapain aja sih kalian dalam mengendalikan rasa ini?
Kalo aku, sih, aku menerapkan tindakan 'let's dance in the rain'. Maksudnya gimana? Ya begitu, deh!
Jadi, alih-alih menanti hujan badai mereda, akan lebih asyik jika kita justru mencoba menikmatinya dengan menatapi rintik hujan, atau bahkan jika memungkinkan, malah menikmati sang hujan sembari menari di dalamnya. Pasti asyik, deh, karena ga setiap saat kita memiliki kesempatan ini, kan?
Yup, jadi intinya adalah, alih-alih kita melawan arus, memaksa si jenuh itu untuk hengkang secepatnya, kenapa kita tak coba saja menikmati rasa jenuh itu dengan memaklumi kehadirannya? Ah, lebay kamu, Al! Emang semudah itu menikmati rasa jenuh? Jenuh itu malesin, lo! Jenuh itu bikin bete!
Eits, semua itu tergantung pada sudut pandang dan mindset, lo! JIka kita mampu memandang si rasa jenuh itu dari sudut pandang yang lain, misalnya saja, kita sambut dia dengan rasa suka, atau setidaknya rasa welcome, mencoba bersahabat dengannya, pasti lambat laun, atau tanpa kita sadari, justru kita sedang menghalaunya pergi, tanpa kita sadari karena kita mencoba menikmatinya.
Ga masuk akal? Cobain, deh! Tapi yang ikhlas, lo, ya! Hehe.
Al, Bandung, 16 April 2018