Hello, Steemians! Semoga sudah pada santai dan rileks dalam membaca postingan ini, ya!
Malam ini, seperti biasanya, aku ga akan mengajak kalian untuk berfikir yang berat-berat. Karena rutinitas harian kita, kuyakin banget, telah menguras energi dan pikiran, sehingga kini yang tersisa hanyalah lelah, dan keinginan untuk beristirahat. Betul?
Yup. Pengennya sih, segera istirahat, tanpa harus mikir ini itu lagi. Etapi..., mau gimana? Itu postingan untuk steemit belum tayang? Haha. Ada yang terbeban oleh pikiran atau situasi seperti ini?
Eits! Tenang dulu. Malam ini, aku ingin berbagi tips (ala Alaika Abdullah) dan motivasi agar tulisan tetap bisa tayang, tanpa kita harus terbeban atau penat memikirkannya dengan kening yang berkerut, karena belum tau harus menulis apa. Atau karena sudah punya ide, namun belum bisa mengolahnya.
Ada yang merasa demikian?
Eh, bai de wei bas wei, tulisan ini tidak aku peruntukkan untuk para senior yang sudah maestro dalam dunia tulis menulis, lo, ya! Tapi aku peruntukkan untuk teman-teman yang memang masih bingung dan sering berhadapan dengan writing block atau mentok menulisnya. Etapi, bagi para maestro, boleh banget, lo, untuk memberi masukan atau tambahan di dalam kolom komentar nanti, itung-itung menambah manfaat dari tulisan ini kan?
Well, ayuk ah kita langsung ke topik persoalan dan solusinya, yuk!
"Emang persoalannya apa, Al?"
Hayyah, masih nanya. Itu, lo. Persoalannya adalah, apa yang harus dilakukan agar tulisan untuk steemit bisa stabil tayangnya alias bisa terus mengalir? Ada sih ide, tapi mengolahnya itu, lo, yang sulit!
Nah, persoalannya adalah itu, sobs!
"Terus solusinya?"
Delapan Jurus Menjaga Postingan Terus Mengalir di Steemit
Berikut adalah delapan jurus dalam menjaga agar postingan tetap mengalir dan tayang dengan cantik di halaman blog steemit kita:
Iya donk! Tanpa niat, jangan harap tulisan yang kita maksud akan mengalir dan tayang dengan manis di halaman blog kita. Setuju?
II. Menjaga Komitmen, Konsistensi dan Fokus
Ini juga penting banget. Di jaman canggih seperti ini, gadget adalah merupakan soulmate! Lihat aja, setiap saat, si telepon genggam yang bentuknya makin kece dan slim itu, jarang banget lepas dari genggaman. Daya tariknya malah melebihi daya tarik si dia! Terutama jika kedap-kedip (notif)-nya adalah pertanda chat masuk di WA atau aplikasi messenger lainnya. Wah, sulit move on, deh!
Karenanya, di saat menulis, sebaiknya tutup sejenak aplikasi-aplikasi yang daya tariknya luar biasa itu, dan fokuskan pikiran untuk hanya dan hanya terpaku pada tulisan yang akan kita buat.
Gampang? Enggak, sobs! Tapi kudu diupayakan lah, ya?
III. Ga perlu meniru gaya menulis orang lain. Be yourself.
Ini juga ga kalah pentingnya. Terkadang, kita justru jadi meucawo-cawo (ngalor ngidul tak tentu arah lagi) gara-gara memaksa diri menirukan gaya menulis sang idola. Hasilnya gimana?
Kacau! Persis idola enggak, gaya sendiri pun tak terbentuk! Padahal, menulis dengan gaya tutur kita sendiri, justru akan menjadi salah satu cara dalam membentuk personal branding kita, lo! Jadi, berupayalah untuk menciptakan gaya menulis kita sendiri/try to have our own writing style!
IV. Tak Perlu Bebani Diri dengan Konten Yang Sangat Berkualitas
Terkadang, yang membuat seseorang jadi jarang atau bahkan mandeg menulis adalah beban diri untuk menaikkan postingan berbobot pada setiap postingan mereka! Yup, banyak temanku yang berkisah, bahwa mereka jadi jarang nulis, karena belum punya ide yang berbobot untuk diuraikan ke dalam bentuk tulisan.
Hayyah, kalo selalu berpikiran seperti ini, kapan mau naik reputasinya di steemit? Kapan mau dapat pengunjung? Kapan mau nambah teman dan kapan mau dapat vote? Hayyah! Hidup pun jadi berat, yak?
Bayangkan, pagi hingga sore bahkan malam hari, kita masih berkutat dalam aktivitas pekerjaan, lalu sampai rumah, kudu nulis di steemit agar blog kita terus rame pengunjungnya, lalu, ga punya ide berbobot sementara tulisan pengennya sih tetap posting, apa enggak bikin kepala tambah panas dan tubuh ekstra lelah?
Jadi, menurutku, sih! Janganlah terlalu membebani diri untuk selalu (saban hari) kudu posting sesuatu yang berbobot. Tulisan ringan yang menarik pun, akan dilahap dengan senang hati, lo, oleh pembaca kita, asalkan kita menulisnya dengan baik dan renyah.
V. Berangkatlah dari ide-ide sederhana.
Eits! Jangan pernah under-estimate terhadap sebuah ide sederhana!
Apa pun idenya, jika kita piawai mengolah dan mengemasnya, yakin, deh, pasti akan jadi sebuah tulisan ringan yang mampu memberi manfaat. Setidaknya, akan mampu menghibur para pembaca yang telah singgah di postingan kita itu, lo!
VI. Kreatiflah/ (Be Creative)!
Ini yang paling aku suka dari steemit. Banyak hal yang bisa dilakukan di dalamnya.
banyak hal yang bisa dilakukan di steemit
Tak hanya untuk para penulis. Saat kita mentok kata-kata, saat kita tak mampu merangkai paragraf yang panjang, kita bisa mengupload gambar saja dan beberapa caption!
Eits! Jangan senang dulu. Ini bukan berarti bahwa kita bisa seenaknya saja upload sembarang gambar, dan bikin caption sesuka hati. Boleh, sih, tapi berbesar hati lah jika tak ada komentar yang masuk, apalagi yang upvote!
Ya iya lah, jika gambarnya blur, tidak menarik dan sama sekali tak bermakna, lalu caption-nya pun tak jelas maknanya, ya, wassalam lah! Siapa juga yang akan tertarik kan?
Tak hanya itu, di steemit, banyak hal yang bisa kita eksplor, lo! Suka bikin meme? Bisa banget posting di Dmania, suka bikin vlog, uploadlah di Dtube, suka photography, uploadlah di steepshot, suka game/untuk para gamers, coba lah berkreasi di DLive, dan masih banyak lagi.
See? Steemit itu komplit, bo'! Jadi kreatiflah! Be creative!
VII. Ide Bisa Berasal dari Mana Saja, Olah dan Sajikan Serenyah Mungkin
Terkadang, orang beranggapan bahwa ide itu sesuatu yang mahal dan sulit ditemukan. Padahal, semua yang kita alami sehari-hari, apa yang kita lihat di lingkungan kita, bisa saja menjadi sebuah ide yang jika dikembangkan dengan apik, justru akan menjadi menarik dan bermakna.
Memang, melaksanakan ini tak semudah melakukan perkara satu dua kali klik, sih! Butuh kemampuan merangkai kata yang lumayan apik untuk menjadikan ide sederhana menjadi sebuah tulisan.
Etapi, seperti pada poin (III) di atas, be yourself, mari mengolah ide yang kita temukan itu, dengan cara kita sendiri. Gunakan gaya tutur kita sendiri. Jika gaya tutur kita masih garing, berlatih lah, pelajari dan perbaiki, lagi dan lagi, agar perlahan tapi pasti, dia akan menjadi sebuah tulisan yang renyah, berciri khas kita sendiri. Tak mudah, memang, tapi dengan latihan, apa yang tak mungkin? Ye kan?
VIII. Menjaring Ide dari Rajin Membaca
Yup. Membaca apa saja yang menurut kita positif dan menarik, dan bersumber dari mana saja, adalah sesuatu yang sangat aku sarankan untuk dilakukan. Setidaknya, blogwalking ke postingan orang lain, sering kali justru akan menerbitkan ide di dalam diri kita sendiri, untuk menuliskan hal yang mirip, tapi tentunya dengan cara dan materi yang berbeda.
Lumayan kan? Beroleh inspirasi, dan menjadi pengayaan materi untuk kita olah dan posting di blog kita?
"Eits! Ntar malah didatangi Kak Noor Ma Cheetah (baca: Cheetah), lo, Al!" Haha.
Ya enggak lah. Jika idenya saja yang mirip, tapi sudut pandangnya beda, tentu tulisan yang kita hasilkan pun akan beda kan? Makanya, jangan copas, tapi tulislah ide yang melintas dari hasil blogwalking itu, dengan gaya dan bahasa kita sendiri, serta dari sudut pandang yang berbeda. Dijamin, hasilnya pun akan beda. Cobain, deh!
Nah, steemians, itu lah sekilas tulisan ringan tentang Delapan Jurus Menjaga Postingan Terus Mengalir di Steemit. Semoga tulisan ini bermanfaat, dan bisa jadi salah satu tips dalam meningkatkan semangat nyemit (ber-steemit ria), ya!
See you in the next post!
Saleum,
Al, Bandung, 27 Februari 2018