Setiap kita pasti tau bahwa obat dari yang namanya lelah adalah istirahat. Ya enggak, sih? Etapi..., terkadang itu hanyalah teori, karena pada prakteknya, kita masih juga berjibaku dengan segala kemelut yang ada, walau lelah telah melanda. Sadar sih, namun hati kecil seakan bersekongkol dengan pikiran dan dengan kukuh membujuk, ah, sedikit lagi, nanggung!
Akibatnya? Jiwa raga diforsir untuk menuntaskan yang sedikit lagi itu. Jiwa raga dipompa untuk menyelesaikan yang masih tersisa. Lalu? Selesai sempurnakah semua itu?
Enggak juga! Yang ada adalah..., hasil akhir yang bikin hati mangkel! Ga komplit, ga sip oke sip, ga kinclong, dan enggak yang lainnya. Ya, gimana mau selesai dengan sempurna coba, steemians?
Badan sudah lelah. Energi tinggal sedikit, semangat telah redup. Pikiran telah lelah, sumpek karena dipakai terus dari pagi hingga sore atau bahkan malam harinya, demi menuntaskan beban dan tanggung jawab. Namun karena bujukan pikiran dan rasa tadi, maka kita pun memaksa diri untuk menyelesaikan yang masih tersisa. Maksa. Akhirnya ya begitu, deh!
Hasil yang tidak memuaskan, badan teruk, pikiran lelah. Ujung-ujungnya? Bad-mood menguasai diri. Pulang ke rumah, energi negatif si bad-mood ini pun ikutan pulang ke rumah, dan mencemari sekitarnya (orang rumah), hingga tak heran jika kemudian suasana hangat menjadi kaku, canda tawa tak lagi merekah tapi malah membeku, apalagi bahagia? Jauh!
Andai saja....,
Andai saja tadi, persekongkolan antara rasa dan logika tak kita turuti. Andaikan saja tadi, kita beristirahat sejenak, melipir mencari tempat untuk rehat, maka semua ini tak akan berakhir seperti ini. Istirahat badan dan pikiran, yang dilakukan dengan niat tulus untuk memberi perhatian dan mengapresiasi diri, adalah rewards yang sudah selayaknya kita persembahkan bagi jiwa dan raga kita.
Andai saja tadi, kita berikan space sejenak, 30 menit atau satu dua jam saja untuk istirahat, maka segalanya pasti akan berakhir jauh lebih baik. Ah, andai saja....
Sebuah catatan di penghujung malam.
Al, Bandung, 22 July 2018.
Semoga menginspirasi, ya!
