![]() |
![]() |
![]() |
Teringat lagi masa kecilku, masa-masa yang sangat penuh kebahagiaan, walau kebahagian itu sangat sederhana, kesederhanaan yang menghasilkan canda tawa riang dan gembira, masih ingatkah kawan ketika musim panen padi telah berlalu, kita sama-sama turun kesawah untuk memburu ikan, dengan alat perang tombak dan tangguk? musuh yang kita uber adalah ikan gabus dan ikan mujair, selepas bertempur kita memanggangnya dipinngiran sawah dan menikmati kesederhaan semua itu, betapa bahagianya kita dimasa itu, walaupun kita hanyalah anak petani, yang tugas keseharian kita adalah mengembala lembu dan mengarit rumput, tapi itulah bahagia tiada tara dalam kesederhanaan.
![]() |
![]() |
![]() |
Kadang kala, kita melakukan rutinitas mengembala, sambil menunggu lembu-lembu ngangon sampai kenyang, kita sering memanfaatkan waktu luang ini untuk memancing dipinggir kali, teringakah kawan ketika tarikan ikan, namun ketika kita angkat sangat berat, dan setelah sampai di atas permukaan air itu adalah pelepah kelapa atau pelepah rumbia, kita tertawa sambil ngebuli kawan yang tersiksa, bukankah itu namanya bahagia? namun, ketika kita beranjak dewasa dan membina rumah tangga, kenapa kebahagiaan yang sederhana itu hilang dan sirna seperti ditelam ombak thsunami! tahukan kawan dimana letak kesalahan kita? tahukah kawan dimana kebahagiaan itu bersembunyi? seiring waktu, seiring zaman, kebahagiaan yang sangat sederhana itu pergi dan terganti dengan smartphone yang merusak generasi-generasi muda belia, meracuni otak-otak anak kita dengan berbagai macam ragam aplikasi, kadang dia ketawa sendiri, kadang dia menangis sendiri, layaknya orang gila dengan otaknya yang tak terkontrol lagi.
Memancing Layaknya Seperti Bersteemit!
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Terinspirasi dari kawan Steemian saya , saya japri beliau melalui WhatsApp untuk bertukar pikiran, beliau tanyakan kepada saya, apakah anda suka memancing, tanpa saya menjawab ya, saya kirimkan hasil pancingan saya, lalu beliau kirimkan saya hasil tangkapan ikannya yang jauh mumbuka mata saya, apa yang tersirat dan tersurat didalam kepala saya? "jangan terlalu cepat bangga memamerkan sesuatu, belum tentu orang yang kamu pamerkan menerima kesombongan kamu, bisa saja dia membuat kamu terperangah dengan hasilnya". Ilmu kesabaran, keikhlasan mengajarkan kita tentang bersteemit, jadikan platform blockchain steemit ini sebagai keluarga kita, cintai dan sayangi, disitulah kita akan menemukan kebahagiaan yang sederhana untuk mencapai kesuksesan.
Inilah hasil dari kesabaran seorang pemancing ikan sejati, yang selalu menerapkan kedisiplinan dan keikhlasan, hasil tangkapannya membuat saya terperangah, kesabaran beliau telah membuahkan hasil yang sangat siknifikan, bukankah kata pepatah " apa yang kau tanam itu yang akan engkau tuai?" Berkaryalah kawan, berusalah, terapkan semua ilmu yang telah kau dapatkan untuk menjemput kesuksesan kita bersama-sama. InsyaAllah!
Regards..!








.jpeg)
)