Selamat Sore Steemian Mania!!!
Ketika masa kanak-kanak saya dahulu kala sangatlah indan dan menyenangkan, masih ingatkah permainan anda dahulu kala? permainan yang sangat sering kita mainkan? salah satu permainan yang sangat di gandrungi anak-anak zaman baholoe kala adalah patok lele, bila anda mengetahuinya berarti anda hidup di jaman era sebilan puluhan, permainan ini sangat asik dimainkan perorangan ataupun beregu. Itulah sekilas balik permainan ketika zaman kanak-kanak saya. Nah, disaat usia saya menginjak kepala 3 sekarang ini, salah satu olahraga atau permainan yang saya gandrungi adalah golf.
Golf
Apa yang terlintas didalam pikiran anda dengan kata "Golf"? mungkin sebahagian besar dari kita akan berasumsi bahwa golf merupakan salah satu olahraga yang paling mahal harganya, dan biasanya sering dimainkan oleh kaum eksekutif ataupun masyarakat kelas atas, namun asumsi itu tidak berlaku bagi saya, karena saya bukan kaum elit dan bisa bermain golf. Wilayah domisili saya sekarang merupakan areal penghasil minyak bumi yang dikelola oleh pihak BUMN yaitu PT. PERTAMINA, kebiasaan dari pegawai pertamina olahraganya adalah golf, dengan areal lahan pertamina ribuan hektar, maka pihat PT. PERTAMINA mebuat sebuah lapangan Golf bagi karyawannya dan masyarakat setempat.
Ketertarikan saya dengan olahraga ini pertama kali ketika ajakan kawan ngobar (ngopi bareng) mengajak saya ketempat driving Golf untuk menemani dia berlatih, masih berseragam dinas, sayapun mengangguknya karena penasaran dengan permainan orang-orang elit ini, saat itulah dia menawarkan stik golfnya kepada saya, "coba pukul beberapa bola" sambil dia menaruh bola golf diatas tie, ayunan stik golf pertama saya tepat mengenai bola golf, pukulan pertama bola golf saya melesat dan mencapai 300 meter jauhnya. Pujian dan tepuk tanganpun meriah menyemangati saya yang baru pemula. "Kamu berbakat bidang olahraga ini" serunya, dan dia langsung menawarkan satu set stik golfnya yang tidak terpakai dengan cuma-cuma, kira-kira 50 Stemm saat ini😊.
Itulah awal permulaan hobi saya ini, setelah beberapa minggu saya berlatih driving, sayapun diajaknya merumput di lapangan golf, terlintas dibenak saya, "my money defisit"😂, tapi karena ingin menguji hasil latihan beberapa minggu saya pun meneuruti ajakan kawan tersebut, setelah membeli semua perlengkapan seperti topi, sepatu, sarung tangan dan bola golf, kamipun bermain bersama. Kawan tersebut langsung mencari seorang cady pribadi yang sangat mahir untuk mengajari saya tentang tata cara bermain dan memukul bola dilapang golf, cady tersebut mengambil dan menjingjing tas saya yang sangat berat menurut saya dan kami pun bermain golf bersama, jarak antara hole satu dengan hole sembilan sekitar enam kilo meter, bayangkan saja dia memikul tas saya tujuh kilo beratnya dengan medan perbukitan😢.
Setelah bermain 9 hole, kami beristirahat dikantin khusus pemain golf, disitulah baru baru saya terkesentak, cady pribadi saya datang membuka sepatu saya, bak seorang raja perlakuan seorang cady kepada majikannya. Setelah membersihkan stik golf dan sepatu dia menaruhnya di dalam mobil, setelah beberapa saat kami membayar upahnya sebesar 50 ribu rupiah. Lapangan yang kami pakai ternyata gratis, tidak dipungut biaya apapun, lain halnya mungkin di tempat yang lain, ada uang lapangannya, seperti penuturan kawan saya, bermain di daerah Medan Sumatra Utara, membutuhkan cost yang sangat besar, menginjak lapangan saja harus membayar 500 ribu, sewa bugy 200 ribu, sewa cady 400 ribu untuk sekali permainan, bayangkan saja kalo seminggu ada tiga kali, berapa cost yang harus kita keluarkan! namun ditempat domisili saya ini cukup dengan merogoh kocek 70 ribu rupiah untuk sekali permainan, sangat murah dan terjangkau bukan? Dalam hati saya bergumam, "akan aku pelajari olahraga ini sampai mahir". Alangkah bodoh bagiku menyia-nyiakan olahraga yang super mahal ini, tapi disini sama seperti bermain bola futsal harganya, mungkin bagi saya, sayalah orang yang sangat beruntung diantara orang-orang yang beruntung. Alhamdulillah olahraga ini sampai saat ini masih saya gemari diantara olah raga-olahraga lainnya.
Itulah awal racun bermain golf saya, semoga kawan-kawan mempunyai motivasi yang sama, karena didunia ini tidak ada yang tidak mungkin, asal berusaha InsyaAllah ada jalan, seperti kata pepatah "where is the will, there's a way" (dimana ada kemauan pasti ada jalan).