Kemarin malam jalan T. Hamazah Bendahara Bireuen atau jalan menuju akses RS Fauziah mengalami proses penyemprotan jalan. Sebelumnya proses pengerasan jalan sudah berlangsung selama lebih kurang 2 bulan.
Proses penyemprotan jalan ini dikerjakan pukul 23.00 Wib, dimana aktivitas masih banyak berjalan, apalagi jalan T. Hamzah merupakan kawasan yang dipenuhi pertokoan yang menyajikan kuliner berupa warung kopi atau cafe.
Pada saat proses penyemprotan jalan menyebabkan debu beterbangan sehingga dengan sangat terpaksa pertokoan menutup aktivitasnya. Sudah barang tentu jalan yang masih tanah disemprot menggunakan kompresor menghasilkan debu yang menyelimuti Kota Juang. Hal ini sangat mengganggu orang disekitar dan tentunya debu ini akan sangat berbahaya bagi kesehatan.
Beberapa pelanggan terlihat memberikan kritikan melihat kejadian tadi malam. Katanya, kalau di luar negeri tidak ada lagi proses penyemprotan debu, malahan debu disedot menggunakan mobil. Saya tidak tau karena belum melihatnya, tapi yang kami rasakan sangat mengganggu.
Ketika para pekerja sedang berhenti sementara, saya pun mencoba melihat kondisi diluar pertokoan, dan sungguh mengejutkan karena debu halus seperti debu erupsi gunung merapi menempel dimana-mana. Terlihat debu menempel di kursi, dinding pintu pertokoan, lantai dan pada kendraan roda dua yang masih terparkir diluar.
Padahal bisa saja proses ini dilakukan pada pukul 01.00 Wib ketika aktivitas tidak lagi berlangsung. Dengan demikian proses penyemprotan jalan tidak akan mengganggu orang sekitar.
Bireuen, 14 Agustus 2018