Tidak lama lagi dibulan april mendatang, kita sebagai warga masyarakat Indonesia akan memilih presiden yang baru. Dua kandidat calon presiden telah dipersiapkan yakni Joko Widodo (Jokowi) serta Prabowo Subianto.
Dua kandidat ini pun sudah memiliki pasangan wakil presiden masing-masing dimana Jokowi berpasangan dengan Kiyai H. ma'ruf sedangkan Prabowo menggandeng Sandiaga Uno yang sebelumnya menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.
Dua kandidat Capres dan Cawapres ini semakin memanaskan kondisi Indonesia dimana para pendukung dua kubu ini sering saling mengejek terutama di media sosial seperti facebook, twitter, dll.
Dari keadaan ini membuat facebook salah satu media sosial merajut pertemanan berbalik menjadi arena pemutusan silarurrahmi. Begitu juga yang terjadi di media sosial lainnya. Kedua kubu saling melempar batu, saling menjelekkan calon yang bukan pilihannya.
Terkadang melihat aksi saling hujat dan caci ini membuat gerah sebagian pendukung yang netral sehingga sebagian mereka memilih untuk diam atau tidak membuka media sosial tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari membaca komentar-komentar yang ada dimedia sosial yang sungguh tidak bermanfaat.
Kita sebagai masyarakat Indonesia tentunya sudah memiliki pilihan presiden masing-masing. Untuk apa pula kita saling menghujat sesama sehingga membuat pertemanan menjadi permusuhan, dari "add friend" menjadi "unfriend".
Mari kita tetap berteman walaupun kita berbeda pilihan. Jauhkan sifat saling mencaci dan menghujat. Kita masih sama-sama menjadi warga Indonesia yang bermacam ragam suku dan kebudayaan. Bhinneka Tunggal Ika jangan sampai kita lupakan, walaupun berbeda tetapi kita tetap satu bersaudara.
Pidie, 3 Januari 2019