Idi Rayeuk sebuah kota yang menjadi pusat kabupaten Aceh Timur. Semenjak dipindahkan pusat pemerintahan dari Langsa, kota Idi terus berbenah menuju pembangunan disegala sektor.
Dahulu sebelum Aceh damai, kota Idi Rayeuk pernah dikuasai Gam selama 14 jam. Namun setelah damai kota Idi Rayeuk menjadi pilihan untuk dijadikan sebagai pusat Pemerintahan Daerah.
Hal yang paling menarik untuk dikunjungi adalah sebuah tempat pelelangan ikan (TPI) yang terletak di kuala Idi. Menurut sejarah dahulunya tempat ini dipergunakan sebagai pelabuhan ekspor impor hasil perkebunan seperti pala, karet dan sawit. Pelabuhan ini pernah juga dipergunakan untuk pemberangkatan jamaah haji menuju tanah suci Mekkah. [Source]
Dipusat pasar ikan Kuala Idi terdapat sebuah tugu yang diatasnya berupa patung ikan. Monumen ini menjadi bentuk bahwa Kuala Idi menjadi sebuah tempat penampungan dan pelelangan ikan. Idi Rayeuk juga merupakan sebuah daerah yang hasil ikan yang melimpah sehingga terkenal dengan sebutan lumbung ikan. Terkadang banyaknya kapal asing yang menjaring ikan diperairan wilayah Aceh Timur sehingga banyak kapal asing tertangkap karena melakukan pencurian ikan disini. Akibatnya membuat hasil tangkapan para nelayan kita berkurang.
Ditempat ini juga kita bisa membeli ikan segar dengan harga yang lebih murah. Namun tempat ini terlihat agak sedikit jorok dikarenakan saluran air pembuangan ikan yang meluap hingga menjadi genangan yang menimbulkan bau. Perlu adanya pembuatan saluran agar pembuangan air dari tong ikan tidak meluap keluar.
Pada saat Meetup Komunitas Steemit Indonesia (KSI) Chapter Bireuen, kami diajak oleh panitia untuk singgah ke tempat ini bukan untuk membeli ikan tetapi untuk memenuhi undangan makan siang. Sebuah warung makan yang berada di Kuala Idi ini sudah menyediakan ikan bakar yang siap untuk disantap. Ikan segar yang dibakar dihidangkan bersama lalapan kecap dengan irisan bawang dan cabe membuat selera makan semakin bertambah.
Kuala idi bisa dijadikan sebagai objek wisata kuliner. Dengan sedikit perombakan tata letak yang rapi menjadikan warung disini bisa dijadikan tempat menikmati kuliner ikan bakar. Ikan segar yang menjadi andalan karena bisa langsung diambil dari hasil tangkapan nelayan. Mungkin suatu saat Pemda bisa menata tempat ini lebih baik lagi sehingga bisa menambah tempat wisata yang wajib dikunjungi jika sedang berada di kota Idi Rayeuk.
Beberapa photo dibawah ini sedang menikmati makanan ikan bakar yang nikmat di Kuala Idi.
Sebuah perjalanan yang sangat menyenangkan pada saat mengunjungi acara Meetup kemarin yang lalu. Terima kasih kepada ketua panitia beserta anggota panitia lainnya yang telah menerima kami dengan begitu spesialnya. Semoga kita bertemu lagi suatu saat nanti.
Salam Damai,