Semenjak salah satu game yang sangat terkenal yang banyak dimainkan oleh kalangan remaja, orang dewasa dan juga anak-anak, game Player Unknown Battlegrounds atau lebih terkenal dengan sebutan PUBG merupakan game terkaya saat ini.
Saat ini game yang terkenal itu sudah diharamkan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Fatma Ulama tersebut dikeluarkan setelah melihat dan menimbang faktor-faktor yang negatif yang terjadi untuk perkembangan kalangan remaja dan kalangan anak-anak khususnya.
Menurut Tgk. Faisal, pertimbangan MPU mengeluarkan fatwa haram khusus untuk game PUBG dan sejenisnya dikarenakan memberikan perubahan terhadap perilaku rrmaja atau anak-anak juga memberikan perubahan terhadap kesehatan pecandu game tersebut.
Banyak dari kalangan pemain PUBG ini yang menentang terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh MPU Aceh. Buktinya masih banyak dari pecandu game ini yang masih memainkan game ini, hal ini masih bisa dilihat di warung kopi yang ada di Aceh. Mereka masih belum menerima fatwa yang dikeluarkan oleh MPU, mereka menganggap alasan kalangan ulama masih diluar nalar mereka.
Namun, saya sebagai orang yang selalu memantau pelanggan warkop setiap harinya, yang rata-rata masih memainkan game PUBG ini, menurut saya alasan utama dari permainan game ini adalah kelalaian. Kebanyakan mereka lupa waktu untuk mengerjakan hal yang utama misalnya kewajiban shalat. Walaupun perihal shalat merupakan tanggung jawab si pelaku dengan Allah, namun game ini menambah si pelaku semakin lalai dengan kewajibannya.
Menurut saya pribadi sebagai penikmat kopi, ada hal positif dan negatif yang ditimbulkan dari game PUBG ini. Namun, banyak pemain game ini dan sejenisnya yang membuat hilangnya kenyamanan ketika menikmati suasana santai di warkop. Segala macam jenis makian dikeluarkan tanpa sadar ketika sedang berperang. Jarang diantara mereka yang memainkan game ini tanpa memaki. Hal ini yang membuat kekurangan nyamanan menikmati kopi di warkop.
Saya pernah memainkan game ini, namun sudah 3 bulan ini sebelum sulama mengeluarkan fatwa haram saya sudah tidak memainkan lagi dan sudah meng-uninstall aplikasi ini. Karena saya melihat, banyak waktu yang terbuang percuma dengan permainan game ini. Sehingga saya memutuskan untuk berhenti.
Bireuen, 25 Juni 2019