Tadi malam saya membeli martabak telur di tempat langganan saya. Sambil makan martabak kami berbincang membahas saham, karena dia pemain bursa saham. Saya pernah menawarkan untuk mencoba platform steemit tetapi dia menolak debgan alasan kurang pandai menulis. Dia takut setelah bergabung tidak tau harus membuat postingan tentang apa.
Memang platform steemit ini menuntut kita untuk bisa menulis. Padahal masih banyak yang harus dicoba di steemit ini tapi alasan mereka tetap pada malas menulis.
Seorang teman yang sudah lama bermain saham dan memiliki akun steemit, kini semua Steem dan Sbd sudah dijual. Alasannya harga steem yang sudah terlalu murah. Sungguh sangat disayangkan, padahal dia lebih awal dari saya berlabuh dalam dunia ini. Jikalau dia tetap konsisten mungkib dia sudah banyak mengumpulkan SP (Steem Power).
Saya juga pernah menanyakan kepada seorang steemian asal kota dingin bernama tentang perkembangan steemian di sana. Dia pun menjawab jikalau steemian yang aktif tinggal beberapa orang saja, itu pun orang yang memiliki hobi menulis.
Kapal mereka pada karam di laut ketika ikannya sedang mudah di dapat walaupun dikala harga ikannya sedang menurun drastis. Padahal ketika sedang mudah mendapatkan upvote disaat itulah kita lebih serius memasang jaring agar semakin banyak hasil bukan malah berputus asa dan pergi meninggalkannya.
Sang motivator ketika berbincang dan berdiskusi sering menyemangati kami dengan memberikan prediksi suatu saat harga Steem akan kembali naik. Hari ini saatnya bagi kita untuk terus menulis dan membuat postingan setiap hari.
Pilihan itu ada pada diri kita masing-masing. Memilih untuk berhenti atau tetap lanjut, kita hanya bisa mengingatkan. Jika memang sudah karam, siap-siap memakai pelampung dibadan agar tidak hanyut dilautan. Jika memang Steemian sudah tidak aktif lagi diplatform ini, semoga tidak membuang passwordnya karena jika suatu saat harga kembali naik maka bisa kembali aktif membuat postingan.
Hanya ini yang dapat saya tulis pada malam ini, berhubung saya sedang kurang sehat.
Ayo steemian jangan karam semangatnya untuk terus menulis!!!
Bireuen, 30 juli 2018