Salam bahagia untuk teman-teman Steemian dimanapun Anda berada, semoga selalu dalam keadaan sehat wal'afiat.
Berbicara tentang fasilitas publik, mungkin sebagian dari Anda beranggapan bahwa fasilitas publik hanyalah sarana dan prasarana yang disediakan oleh pemerintah atau pihak swasta seperti kantor, terminal, jalan raya, toilet umum, dan sebagainya. Tapi tahukah Anda bahwa "alam" juga termasuk dalam kategori fasilitas publik ?
Fasilitas publik ialah sesuatu yang mempunyai peran penting bagi kebutuhan orang banyak. Melirik dari makna fasilitas publik yang sebenarnya, maka alam memang wajib disebut sebagai salah satu fasilitas publik, karena alam menyediakan banyak sumber daya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas.
Pada suatu sore, saya mencoba untuk menelusuri salah satu "fasilitas alam" yang menurut saya memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat destinasi wisata terbaik yang terdapat di kabupaten Aceh Besar. Fasilitas alam tersebut bernama Pantai Lhok Mee.
Perjalanan pun saya mulai dari tempat saya tinggal (desa Klieng Cot Aron), menempuh jarak 28 kilometer melalui Jalan Laksamana Malahayati yang saat ini kondisinya sudah sangat baik dan semakin lebar daripada beberapa tahun yang lalu. Dengan kondisi jalan yang seperti ini, tentunya memudahkan para pengguna jalan saat melintasi jalan ini. Namun jalan yang mulus dan lebar ini hanya sampai batas kawasan pabrik Semen Padang (Krueng Raya) saja.
Setelah melewati area pabrik tersebut, saya melihat jalan mulai menyempit dan mendaki. Kondisi ini disebabkan karena daerah ini merupakan area perbukitan tandus yang banyak ditumbuhi pohon Jomblang dan pohon berduri. Kondisi jalan yang sempit dan kasar membuat saya harus lebih berhati-hati saat melintasi area ini.
Merasakan teriknya cuaca pada sore itu, saya memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah warung yang terdapat di tepi bukit sambil membeli sedikit bekal untuk saya bawa ke tempat tujuan. Saya begitu takjub melihat pemandangan yang ada disekitar warung ini. Dari sini saya dapat melihat dengan jelas bagaimana indahnya pemandangan desa Krueng Raya yang masih asri. Saya juga melihat tangki milik pabrik Semen Padang yang berdiri dengan kokohnya dan kapal pengangkut barang yang baru saja berangkat dari pelabuhan Malahayati. Rasa letih seketika hilang saat saya menikmati panorama yang disuguhkan di depan mata, tak lupa saya mengabadikan momen ini sebagai kenang-kenangan untuk saya perlihatkan kepada generasi selanjutnya.
Melihat potensi yang ada di sekitar daerah ini, saya menilai bahwa perlunya peningkatan SDM untuk masyarakat desa ini agar masyarakat bisa mengembangkan segala potensi alam yang ada di wilayahnya. Dan yang paling terpenting adalah peningkatan kualitas jalan raya agar akses antar desa bisa semakin mudah. Dengan adanya jalan yang berkualitas bagus, tentunya ini akan memancing langkah para investor untuk menanam modal di daerah ini, sehingga warga setempat bisa merasakan dampak yang positif dari usaha yang dibangun oleh para investor. Langkah tersebut tentunya juga harus ada kesadaran dan bantuan tangan dari pihak pemerintah dan badan LSM, juga keikutsertaan masyarakat dalam mendukung program-program yang positif.
Puas menikmati suasana di sekitar sini, saya pun melanjutkan perjalanan menuju ke tempat tujuan yang jaraknya hanya sekitar 3.5 kilometer lagi. Pemandangan yang sama seperti sebelumnya tersaji di hadapan saya, seolah memanjakan mata saya di tengah teriknya cuaca selama saya melintasi area ini. Sekitar 2 kilometer perjalanan, saya berhenti sejenak untuk membayar biaya retribusi sebesar 5,000 Rupiah kepada salah seorang penjaga sebagai tiket masuk untuk menuju ke lokasi pantai Lhok Mee, setelah itu perjalanan pun saya lanjutkan kembali.
Lagi-lagi mata saya dimanjakan kembali oleh pemandangan yang sungguh indah saat hampir tiba di lokasi pantai. Panorama bukit di sebelah kanan dan kiri yang dipadu dengan hamparan laut biru yang jernih yang terpampang di hadapan saya, menambah kesan tersendiri terhadap destinasi wisata yang satu ini.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya saya pun tiba di tempat tujuan. Satu kalimat yang dapat saya ucapkan ketika tiba disini..
THAT’S WONDERFUL !!!
Hilang sudah rasa penat dan lelah yang saya rasakan selama dalam perjalanan tadi ketika saya melihat suasana di pantai ini. Hamparan pasir putih yang lembut, air lautnya yang biru dan jernih, dan yang paling membuat saya terpukau adalah adanya pohon-pohon yang tumbuh di dalam air. Pemandangan ini tentunya menjadi ciri khas tersendiri bagi pantai yang berada di lokasi kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar ini.
Setelah puas melihat dan menikmati keindahan fasilitas alam yang ada disini, selanjutnya saya memutuskan untuk berenang. Dengan memakai kacamata renang sederhana tanpa adanya alat bantu pernafasan, saya mencoba menyelam di sekitar area pohon untuk melihat bagaimana suasana akar pohon yang tumbuh dalam air.
Benar-benar luar biasa pemandangan yang disajikan di bawah pohon ini. Akar-akar pohon yang tumbuh disini tampak seperti menara yang tersusun rapi dan batang pohon yang ada di dalam air kelihatan seperti bukit yang di dalamnya ada sebuah gua. Anda harus berhati-hati bila ingin berenang di area ini. Jangan berenang tepat di atas akar pohon apabila jarak antara akar dan permukaan air hanya sekitar 30cm, karena ujung dari akar-akar ini berbentuk agak runcing. Jadi sebaiknya berenanglah di tepi area akar pohon, kecuali jika Anda memang benar-benar mampu untuk menjaga badan Anda agar tidak terkena akar apabila Anda tetap ingin berenang di atasnya.
Dan yang paling membuat saya terpesona adalah adanya sekumpulan ikan berukuran sedang dan kecil yang berlalu lalang dibalik akar-akar pohon tersebut, seolah-olah mengajak saya untuk bermain bersama mereka di dalam air. Sayang sekali saya tidak memiliki kamera waterproof, sehingga tidak bisa mengabadikan momen yang indah ini. Cukuplah saya simpan momen itu dalam ingatan saya saja.
Tak terasa sudah hampir 2 jam saya bermain bersama para penghuni akar pohon bawah laut ini dan sudah waktunya menepi dari laut sambil beristirahat sejenak. Melihat ke sekeliling area pantai, saya merasa seperti ada yang kurang. Dimanakah tempat pembuangan sampah untuk pantai ini ??
Sangat disayangkan sekali bila pantai yang indah ini tidak ada sistem pengolahan sampah yang baik. Sebenarnya ada tempat pembuangan sampah, namun agak jauh dari lokasi saya berada. Semestinya pantai yang memiliki hamparan pasir putih yang panjangnya sekitar 500 meter ini harus memiliki sedikitnya 75 unit tong sampah, yang nantinya akan ditempatkan pada jarak setiap 15 meter per unit. Dengan begini tentunya setiap pengunjung dapat menjangkau dengan mudah ketika ingin membuang sampah. Langkah ini perlu diterapkan agar kebersihan dan keindahan pantai Lhok Mee tetap terjaga. Berikut saya berikan contoh ilustrasi penempatan tong sampah di tepi pantai yang saya ambil dari berbagai sumber.
Source image: http://esdrasidialferoginting.blogspot.co.id/2014/02/pantai-sri-mersing-layak-bersaing.html
Source image: http://www.denkspa.com/2017/06/kangen-pantai-di-jerman-main-ke.html
Pantai Lhok Mee memang memiliki keindahan yang sangat memukau. Tidak ada salahnya apabila pemerintah ataupun pihak swasta mau mengulurkan tangan untuk membangun beberapa fasilitas penting yang seharusnya ada di tempat ini. Sebagai contoh, saya akan membuat ilustrasi pembangunan fasilitas melalui sketsa sederhana dengan menggunakan gambar dari Google Maps.
Tanda yang ada pada garis biru merupakan jalan bebatuan. Seharusnya jalan ini di aspal agar akses dari pantai Lhok Mee menuju ke Tebing Lamreh menjadi lebih mudah untuk dilintasi oleh kendaraan. Selanjutnya adalah garis yang berwarna merah dan kuning, menandakan lokasi yang sebaiknya dibangun gapura atau gerbang yang bertuliskan "Selamat Datang di Tebing Lamreh / Pantai Lhok Mee" sebagai tanda bentuk keramahan penduduk sekitar terhadap para pengunjung. Gapura ini juga bisa menjadi simbol artistik bagi kedua tempat wisata ini. Dan yang terakhir adalah area yang dilingkari garis hijau, area yang sangat strategis untuk dibangun taman ataupun monumen yang nantinya akan menjadi "landmark" wilayah ini. Taman ini tentunya akan menjadi nilai tambah bagi keindahan pantai yang ditumbuhi pohon Geurumbang ini.
Dengan adanya fasilitas-fasilitas yang telah disebutkan tadi, bukannya tidak mungkin di masa yang mendatang akan banyak hunian-hunian baru ataupun usaha-usaha baru yang akan dibangun di area ini. Dengan begitu, sektor perekonomian pun akan lebih maju seiring mengikuti perkembangan di wilayah ini. Meskipun demikian, kita juga tidak boleh lalai dari kewajiban kita untuk menjaga kelestarian alam, dimulai dari kesadaran menjaga kebersihan. Alam tidak pernah bosan dan lelah untuk melayani segala kebutuhan manusia, maka sudah seharusnya kita menjaga dan merawat fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh alam.
Terima kasih telah menyediakan waktu luang Anda untuk membaca tulisan sederhana saya yang bertajuk tentang fasilitas alam. Saya sendiri menyadari masih banyak kekurangan yang terdapat pada tulisan saya kali ini, maka dari itu saya mohon kritikan dan saran yang membangun dari Anda semua.
Tetap berkarya dan teruslah berimajinasi !!
Salam Steemit Indonesia !!