Created by: Alva Akbar Purba
Mentari pagi tersenyum ramah menatapku
Kicauan merdu suara burung menyapaku
Semilir angin berhembus menusuk kalbu
Ranting-ranting pohon menari mengalun syahdu
Secangkir kopi pancung mengawali hari
Pahit dan manis menggugah inspirasi
Kulangkahkan kaki berpijak bumi
Mengais rezeki demi sesuap nasi
Berjalan bersama secercah harapan
Menelusuri seluk beluk rimba kehidupan
Terus melangkah..dan terus mencari
Meski alurku tak seindah bayangan
Ada saatnya aku berhenti sejenak
Ketika sang predator lapar berpatroli
Mencari mangsa baru untuk dikuliti
Auman si lapar bersuara lantang
Taring dan kuku siap tuk menerkam
Sorot matanya begitu menyeramkan
Aku bersembunyi di balik semak belukar
Menunggu kesempatan untuk melanjutkan
Mencari celah kabur dari si lapar
Ini bukan sebuah ketakutan
Hanya mencoba tuk mencari aman
Apa jadinya bila aku menjadi korban
Sanak famili di rumah didera kelaparan
Ini bukan sebuah pelarian akan rintangan
Terkadang manusia perlu berpikir cerdas
Pasang badan hanya akan menjadi sebuah kebodohan
Inilah rimba kehidupan..
Yang kuat akan menindas yang lemah
Dan yang pintar akan mempermainkan yang kuat
Selamat datang di rimba kehidupan..._
Banda Aceh, 24 Desember 2017.