|Salam Sahabat Stemian, salam dari saya bapak alay beranak tiga. Tumben ya? Nyapa pembaca di awal paragraf?
Saya sengajain memang, biar judulnya saja yang panas, tapi tidak dengan hatimu. Uhuy...
Harus diakui, pasti ada yang tidak senang ketika membaca judul postingan kali ini. Yang biasanya bahas masalah traveling, kok bahas masalah sbd turun?! Biarlah, namanya juga bapak-bapak alay. Batinnya suka galau tak menentu. Sempak koyak saja bisa dibikin tulisan, apalagi masalah SBD, kan?
Semua yang bermain steemit, pasti memiliki tujuan, harapan, dan cita-cita. Dan yang paling ramai adalah mengharapkan profit. Alias keuntungan dari sebuah platform yang sedang digandrungi ini. Tapi tak sedikit pula yang menulis karena memang mengharapkan kisah masa lalunya terjalin seperti dulu kala (apa sih)
Suka tidak suka, pertumbuhan pemain steemit semakin menggila. Terbukti dengan rangking website ini yang terus mengkerucut mendekati angka 3 digit. Sayangnya, tingginya pengguna dan pengakses tidak serta merta membuat nilai tukar uang digital Steem dollar menaik. Sampai di sini, masalah mulai terjadi.
per 6/02/2018 pukul 21.30
Satu persatu mulai kecewa. Mulai sibuk memantau pergerakan grafik mata uang digital Steem, sampai sibuk berteori atau apapun itu namanya. Saya ini hanya pemula yang perlahan mulai mengagumi cara kerja steemit dalam membentuk sebuah komunitas.
Terus, kalau nilai tukar Steem dollar terus turun, masalah? Terus, kalau nilai tukarnya tidak lagi menyentuh angka sampai 180.000 rupiah per-satuannya, masalah? Nggak bisa beli motor Xabre lagi? Nggak bisa beli laptop Macbook lagi? Gitu? Cuma itu? Hanya segitu saja penilaianmu? Ya, itu hakmu, kawan. Saya hanya bisa menyampaikan dan menulis. Tak suka, tak mengapa. Sudah minum kopi dan makan apam? Enak loh ngopi sambil makan apam. Percayalah, kali ini saja.
Saya masih ingat cerita om ,
dan kawan-kawan stemian lainnya. Kala awal-awal ngesteem, mereka selalu engkol kosong. Lalu, tatkala akhirnya harga steem melambung tinggi, wajar tidak mereka mendapatkan apa yang mereka usahakan?
trend-nya memang sedang turun. mau kek mana jadi? diberi sesajen pun dia nggak bakalan naik..
Dari tak ada menjadi ada. Dari nol, mereka mendapatkan yang mahal. Dari pepesan kosong sampai akhirnya menjadi panutan dalam dunia steemit Aceh. Lalu? Kita? Yang baru bikin akun bulan januari 2018 ini, sudah meributkan nilai tukar SBD?
Guys! Ketahuilah wahai pemuda/i yang belum menikah nan kurang piknik. Cobalah tengok, berapa modal yang engkau keluarkan saat mengawali sebuat postingan di blog meutuwah ini? Lalu, kala engkau mendapatkan per SBD-nya sebesar Rp. 37.000,- engkau bilang rugi? Rugi dari mana ya?
Nilai tukar dollar Amerika saja hanya dikisaran 13.500 rupiah. Lalu satu SBD berapa Dollar Amerika? Cobalah syukuri yang kecil, maka yang besar akan datang. Cobalah sesekali tengok ke bawah, ada yang koyak atau kendor nggak? Mau besok nilai SBD jadi 20.000 pun kamu masih diuntungkan. Karena masih bisa memesan dua gelas kopi Sanger Espresso di . Mau makan bakso dengan 37.000 rupiah niscaya kamu akan diijinkan membawa pulang mangkoknya sekalian. Cobalah bila tak percaya?!
bacalah kotak yang warna merah paling bawah itu bro! lain kali, budayakan membaca sampai habis ya? :D
kalau tak nampak, pakai kaca pembesar ya hehe
Akhirul kalam, saya masih mengingat pesan dari seorang penulis buku, blogger keren, sekaligus “tetua” di Komunitas Steemit Indonesia. Kak ;
Bagus sekarang kita ada Steemit, di mana kita bisa menjadi blogger yang berpenghasilan tanpa harus sibuk mencari iklan dan mengotori blog kita dengan tayangan iklan. Saya selalu yakin pada keadilan Allah, saya kerja pada Allah, saya menulis karena Allah, dan apa yang saya dapatkan biarlah Allah juga yang memberikan, pasti akan sangat adil dan pantas sekali!
Jadi, berhentilah mengeluh, jangan menangis, jangan bawel. Karena dengan satu SBD kamu bisa membeli kopi segelas, apam semangkuk, plus pertalite seliter. Bahagiakanlah dirimu. Seperti saya, yang bahagia ketika bisa nyinyir dan curcol seperti sekarang ini.