Steemit! Media ini semakin menarik bagi banyak kalangan. Bukan hanya yang muda, usia kepala tiga kini juga bergabung dengan steemit.
Sebut saja rekan saya
, seorang pegiat kemanusiaan dan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) di Kabupaten Pidie. Lalu ada juga
yang kini juga ikut bergabung.
Selain dua orang tersebut, banyak kalangan pemuda saat ini antusias ingin bergabung. Tidak sedikit yang masih menunggu approved pasword yang belum juga masuk ke email.
Bagi yang sudah memiliki akun tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi setelah sekian lama menunggu, akhirnya pasword yang diharapkan pun didapat.
Keinginan bergabung di steemit memang masih beragam. Ada sebagian ingin melahirkan karya tulis dan ragam foto menarik. Ada juga yang berharap vote sebagai imbalan.
Namun, mereka berangkat dari beragam profesi. Ada misalnya, selain aktif di kampus, Reza juga sudah aktif menulis di steemit. Temannya
, seorang pengajar yang sekarang juga menulis di steemit.
Kalau yang ini adalah anak muda penuh telenta, jiwa motivator ada dalam jiwanya. Profesinya sebagai pendamping desa, pemilik akun
. Semangatnya selalu mewarnai steemian yang lain.
Ragam profesi sudah bergabung. Sebut saja (Abie Rizal) sebagai karyawan sebuah bank yang kini juga antusias ingin menulis di steemit.
Kemudian pemilik akun , sebagai arsitek juga pengembang bisnis properti di Pidie yang kini juga ingin berkontribusi di steemit.
Lalu ada
, polisi aktif dan mantan ajudan Wakil Bupati Pidie menjadi steemian yang saat ini aktif berdiskusi mengenai konten dan hal-hal berkaitan dengan steemit.
, artis instagram dan komedian Aceh juga sudah lebih awal bergabung, ketimbang sahabat Ismail Von Sabi dengan nama akun
.
Lalu ada , jurnalis dan photografer serta pemilik
. Kehadiran Zian tentu dapat mewarnai steemit dengan beragam konten alam yang menarik, baik vidoe maupun photo.
Melihat perkembangan meningkatnya jumlah steemian di Pidie tentu menjadi nilai positif bagi perkembangan informasi. Mereka paling tidak sudah berbagi beragam kisah; travel, kuliner, love, dan aneka tag lainnya.
Puluhan steemians Pidie yang tidak saya sebutkan dalam tulisan ini, sudah berkiprah memberikan banyak informasi, baik melalui video, photo dan tulisan. Beragam tema pun hadir di tengah banyaknya informasi.
Bangun Komunitas
Dalam banyak diskusi, keinginan pun bertambah kuat untuk membentuk sebuah komunitas yang saling berbagi. Dari berbagai keahlian individu, ini tentu kekayaan intelektual yang dahsyat.
Di komunitas nantinya saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Komunitas Steemit Indonesia (KSI) diharapkan menjadi wadah saling belajar dan berinteraksi. Ini wadah yang baik.
Diskusi ringan pun kemudian mengental menjadi diskusi yang serius. Bagaimana jika potensi individu yang beragam digabungkan dalam sebuah wadah bernama KSI Chapter Pidie.
Ada programer, desainer, penulis, photografer, videomaker, trainer, kreator dan lain sebagainya akan menjadi saling tukar pengetahuan yang bertujuan untuk kepentingan publik yang lebih cerdas.
Dari berbagai pembicaraan dengan beberapa rekan, ,
,
dan lainnya, keinginan membentuk sebuah KSI Chapter Pidie mendapat dukungan yang luar biasa.
Dukungan tersebut ditindaklanjuti dengan membuat group WhatsApp sebagai langkah awal diskusi. Ide dan berbagai masukan bisa dituangkan dalam group WA, sebagai langkah awal.
Meski terlambat dibandingkan KSI Chapter Banda Aceh dan Bireun yang telah duluan terbentuk, namun Pidie diharapkan menjadi komunitas yang dibentuk dengan matang dan penuh perhitungan.
Misalnya, membentuk mindset bagi anggota sebelum bergabung dengan KSI. Ini menjadi penting agar anggota mengetahui, bagaimana platform steemit bekerja dan berkontribusi.
Bahwa steemit bukan hanya soal Steem Dollar dan Steem. Jika mindset awal bergabung dengan KSI hanya untuk berharap vote, maka lebih baik sejak dini bisa mengundurkan diri. Sebab KSI bukan hanya fokus pada vote.
Lalu apa pentingnya KSI, sebuah keberhasilan dan kesuksesan terkadang tidak bisa berdiri sendiri. Banyak kisah sukses yang lahir akibat kuatnya jaringan dan pertemanan. Sukses bukan hanya soal angka dan nilai, tapi juga soal pengetahuan.
KSI Chapter Pidie juga tentu memiliki visi dan misi. Mengapa? Paling tidak komunitas ini sebagai langkah awal membangun gerakan literasi di Pidie, untuk remaja dan juga bagi kalangan yang tidak terbatas. Semua bisa berkontribusi melahirkan karya.
Lalu, kita juga berterima kasih kepada kurator Indonesia
dan
yang terus memompa semangat steemian untuk terus berkiprah di steemit. Saya secara pribadi berharap, kehadiran steemit menjadi wadah literasi baru untuk perubahan.
Semoga pada akhirnya kita sepakat, bahwa Komunitas Steemit Indonesia (KSI) Chapter Pidie akan terbentuk dengan sukses! Semangat ini harus didengungkan setiap saat untuk perubahan.