Haloo Stemianss,
Pada siang yang berbahagia ini saya akan kembali bercerita, pasti dari kita pernah melakukan hal yang sama seperti saya lakukkan ketika merasa persediaan amunisi dalam dompet sudah sangat memperihatinkan.
Pasti strategi mengonsumsi nasi serba Rp. 8000 menjadi salah satu solusi untuk menghemat isi dompet, kebanyakan strategi ini digunakan pada musim-musim paceklik seperti akhir bulan, alasannya pasti shahih belum dapat beasiswa orang tua dan belum keluar gaji.
Untuk para mahasiswa perantau kegiatan mengonsusmsi nasi terjangkau ini bukan hanya di konsumsi pada musim paceklik namun saat bergelimangan uang juga pasti di konsumsi, namun hanya itensitasnya saja yang membuat perbedaan. Jika pada musim paceklik bisa setiap hati 3 kali konsumsi, maka jika diluar itu bisa satu kali dalam sehari.
Pada dasarnya tidak masalah jika kita mengonsumsi nasi serba murah, namun kita harus menjaga kwalitas gizi yang kita konsumsi, karena merawat badan sama dengan merawat pasangan, jagalah dia dengan keikhlasan. Jika salah bertindak maka hukumannya bisa banyak masalah dalam hubungan juga tubuh, lalu hukuman terberatnya adalah pasangan pergi juga kita akan pergi.
Namun tetap tenang, banyak warung nasi serba yang menawarkan makanan-makanan ramah buat tubuh, dan pastinya layak makan, ini menurut pengalaman saya yang termasuk bagian dari penikmat nasi serba Rp. 8000. Wallahualam
Jika ada masukkan, silahkan tulis di kolom komentar.
Terima kasih kepada para guru saya @Ayijufridar @Masriadi @Dsatria juga terima kasih kepada rekan-rekan di Unimal Steemit
dan rekan lainnya.