Aku memesan popcorn, sendirian, dengan satu tiket nonton sendirian.
"Saya mau popcorn manis, ya," ujarku pada petugas yang melayaniku.
"Maaf, Kak, saat ini hanya ada yang mix, asin dan manis."
"Oke, boleh deh. Yang kecil saja," ucapku cepat memesan.
Tak lama kemudian, pesananku datang. Seorang petugas dengan lantang berkata, "Popcorn mix-nya, ya Kak. Asin di awal dan manis di akhir."
Mendadak laci memoriku langsung terbuka, memasukkan kalimat itu ke dalam ingatanku, mungkin berguna untuk inspirasi.
Bila hidupmu memberimu rasa ketir, kadang begitu getir, ingatlah manisnya pasti di akhir.
Aku tersenyum, ingat kata-kata milik lelakiku yang selalu saja bisa membuat bibirku terlihat ranum.
Ah, seandainya saja dia di sini bisa menemani nonton berdua, aku akan lebih berbahagia.
Tapi saat ini aku memang harus pergi sendiri karena mandiri, karena lelakiku sedang punya urusan yang bukan untuknya pribadi.
Apa rasanya cinta tapi belum tinggal bersama?
Lagi-lagi aku tersenyum mengingatnya dan berharap kami segera bertemu untuk menuntaskan rindu.
Karena seperti kata Eka Kurniawan,
Seperti dendam, rindu pun harus dibayar tuntas.
Maka kukatakan, rasa cinta tapi belum tinggal bersama adalah: Manis di AKHIR. Dan kau pasti merasakan awalnya berisi rindu yang membelah jarak dengan MAHIR
Jakarta, 04.35 with Narasi Lestari.
BACA JUGA:
#NarasiLestari 3: The Best Art Is Your Heart
#NarasiLestari 4: You Are More Beautiful Than The Dusk
#NarasiLestari 5: Take Me Home