Perjalanan sebagai Steemian pemula pun dimulai. Sebagai Steemian pemula tentu inginnya dapat vote yang besar kan? Jadi yang saya lakukan adalah belajar dari melihat kawan-kawan yang sudah malang melintang di dunia persteemitan. Yang saya dapatkan dari belajar dan melihat kawan-kawan yang dapat vote besar, salah satunya adalah menggunakan platform Utopian ().
Utopian adalah salah satu platform yang berbasis API Steem yang berfokus pada pengembangan proyek berbasis IT, contohnya di bidang programming dan desain. Di Utopian orang-orang berkontribusi secara terbuka (open-source), namun yang berbeda pada platform open source pada umumnya. Utopian menyediakan hadiah untuk kontribusi yang diterima setelah memenuhi aturan Utopian. Hadiahnya berupa upvote yang nilainya besar.
Kawan-kawan di KSI Medan khususnya, banyak yang berkontribusi di Utopian, terkhusus bagi kawan-kawan yang punya basic ilmu komputer. Saya yang kebetulan juga memang punya basic ilmu komputer atau IT, tentu ingin juga mengikuti jejak mereka. Apalagi adik kelas saya di kampus, yang kebetulan bergabung di Steemit dalam waktu yang dekat dengan saya, kontribusinya sudah diterima (approve) dan mendapatkan vote yang besar. Rasa ingin berkontribusi di Utopian semakin besar.
Saya pun memutuskan untuk mulai membuat konten kontribusi untuk Utopian. Waktu itu saya memilih kategori tutorial. Rasa ingin yang terlalu besar, membuat saya ingin cepat dan mau mudah saja. Saya tak begitu memperhatikan aturan-aturan di Utopian. Saya mempelajari format yang orang lain buat dan mengikuti formatnya, bedanya, mereka membuat tutorial yang lebih kompleks dan lengkap sementara saya membuat tutorial yang sangat sederhana. Waktu itu saya membuat tutorial menghubungkan database menggunakan bahasa pemrograman C#. C# adalah salah satu bahasa pemrograman yang saya menguasainya selama menjadi mahasiswa.
Sebenarnya bisa saja untuk membuat tutorial yang lebih kompleks, namun karena saya sepele dan merasa itu pun sudah cukup, jadilah tutorial saya apa adanya. Bagi yang ingin melihat tutorial itu, bisa melihatnya disini. Dan hasilnya, sudah bisa dibayangkan. Kontribusi saya ditolak dengan alasan tidak informatif. Penolakan ini membuat saya jadi sedikit trauma dan belum pernah lagi berkontribusi di Utopian kategori tutorial.
Dari pengalaman yang sudah saya ceritakan di atas, pembaca bisa mengambil pelajaran bahwa jika ingin berkontribusi di Utopian haruslah lebih serius dan menghindari rasa sepele. Karena sudah serius, sungguh-sungguh, bahkan sampai berhari-hari, itupun tidak ada jaminan diterima. Apalagi dengan semakin tidak bersahabatnya aturan-aturan di Utopian belakangan ini. Kontributor harus benar-benar belajar dan bekerja lebih ekstra memberikan kemampuannya. Selanjutnya walaupun saya sudah trauma di kategori tutorial, tapi saya tidak berhenti, saya mencoba di kategori lainnya.
Ceritanya masih bersambung...