Tepat awal tahun baru 2018 ini saya bergabung di Steemit. Pertama kali saya mendengar kata Steemit saat pak J.Haryadi menerangkannya pada pertemuan ketiga di kelas menulis Cimahi. Mungkin steemit terdengar asing ditelinga kebanyakan orang, sayapun dulu merasa begitu. Jadi untuk lebih jelasnya sayapun search di google mengenai steemit, sedikit demi sedikit rasa keingin tahuan sayapun mulai terjawab.
Dipertemuan keempat pak menghadirkan bintang tamu yang telah lama bergabung di Steemit , yaitu ibu
. Banyak hal yang beliau ceritakan mengenai steemit dan manfaat yang besar saat bergabung di Steemit, pada intinya steemit adalah platform media sosial yang menjual ide dengan kreatifitas kepenulisan yang orisinal sehingga segala bentuk plagiarisme akan terdeteksi. Tulisan yang dipostingpun dihargai oleh dolar dengan berupa vote (vote disini serupa like di facebook). Pak J Haryadi dan ibu Mariska Lubis bercerita mengenai teman-teman di Steemit yang telah memetik buah dari hasil kerja keras dan kerja cerdasnya dalam menulis.
Barulah saya sangat tertarik untuk bergabung ke Steemit, karena dimana lagi kita memposting tulisan dimedia sosial yang dibayar dengan dolar dan menjaga keaslian tulisan. Saat itu juga kami para peserta kelas menulis Cimahi dibimbing untuk mendaftar ke steemit , sayapun ikut medaftar.
Sebenarnya mendaftar di steemit sangat mudah dan simple, hanya saja saya butuh tiga kali percobaan karena hal-hal tertentu. Pada awalnya saya gagal mendaftar karena terjadi gangguan pada laptop saya, untuk kedua kali saya mencoba mendaftar lagi dan tinggal menerima email dari steemit, karena email dari steemit tak kunjung datang akhirnya saya mengganti email saya dari yang awalnya yahoo ke gmail, kemudian saya mencoba lagi mendaftar dengan harapan percobaan ketiga ini bisa berhasil. Alhamdulillah, ternyata saya berhasil mendaftar di Steemit. Begitu bahaginya saya melihat email masuk yang berisi password yang sangat panjang untuk log in di Steemit.
Ini adalah postingan kedua saya, postingan pertama dimulai dengan menulis tentang profil diri kita agar teman-teman steemit yang lainnya dapat mengenal kita dan tahu dimana tempat asal kita. Awal tulisan saya diposting banyak sambutan yang baik dari para senior di Steemit sehingga menjadikan saya lebih terpacu dan termotivasi dalam menulis, teman-teman steemitpun yang rajin berbagi tulisannya turut memberikan saya suntikan semangat untuk terus belajar kearah yang lebih baik dalam hal menulis.
So, bagi teman-teman yang belum bergabung atau masih ragu pada steemit segeralah mendaftar. Mari kita ramaikan dunia kepenulisan dan share ilmu bersama-sama.
Salam literasi