Pernah membayangkan 10 tahun lalu, sebuah dunia terbungkus dalam sebuah mesin? Sesuatu yang pernah kita pikirkan waktu itu sudah tampak terencana, walaupun dalam penerapannya terlalu banyak rintangan dan hambatan. Di akhir tahun 2009, platform blog sekelas Wordpress dan Blogger mengguncang dunia. Tidak hanya penulis lokal, bahkan blogger dunia ikut meramaikan mesin pencari. Tidak perduli seberapa banyak yang mengikuti, yang terpenting ikut merasakan bahwa tulisan mereka dibaca dunia.
Sepuluh tahun lalu saya tidak berfikir, bahwa blog akan mengarah kepada sesuatu yang lebih daripada menjual iklan. Freedom, sebuah kebebasan yang akhirnya bisa memberikan manfaat diantara kedua sisi, dimana menulis sampai kapanpun akan tetap dihargai. Platform blog tradisional memang memiliki lebih banyak keunggulan, disamping pengembangannya sudah jauh melampaui blockchain. Bagaimana dengan Steemit?
Steemit dalam pandangan saya sebenarnya bukan blog, tetapi lebih tepatnya sebuah wadah yang bisa menggantikan posting di sosial media seperti Facebook. Bagaimanapun, platform Blogger dan Wordpress juga tidak bisa dikalahkan begitu saja, karena pangsa pasar dan penargetan platform ini jauh berbeda. Ada aturan khusus dalam penulisan blog, termasuk tulisan minimal 3oo karakter agar iklan yang tayang lebih proporsional.
Bagaimana dengan Steemit? Ternyata masih banyak yang pusing menggunakan sosmed yang satu ini. Sebenarnya tidak perlu diambil pusing berapa banyak karakter yang harus kita tuliskan. Ini hanya sebuah sosial media, jadi sebaiknya gunakan kalimat yang padat dan tidak panjang lebar. Sama seperti posting di Facebook, terlalu panjang menjelaskan suatu hal justru follower hanya akan membaca bagian bawahnya saja.