Steemian sekalian, kalau di dalam penjara saja, mereka bisa menulis, saya pastikan tidak ada alasan, yang lebih masuk akal lagi, untuk kita katakan bahwa kita tidak bisa menulis.
Menulis tidak selamanya harus dilakukan di alam kebebasan. Memang secara logis berada di alam bebas, pikiran dan aktivitas fisik kita akan sangat menunjang kegiatan tulis menulis.
Menulis Dalam Penjara
Buku Tafsir al-Azhar karya Prof.Dr. HAMKA
Taruhlah contoh, Tafsir al-Azhar karya Hamka. Buku tersebut merupakan hasil kongkrit, sebagai buah derita fisik, saat mereka dikurung oleh rezim penguasa pada masanya.
Hal lain pula dengan buku Tasauf Modern, yang sudah selesai ditulis Hamka dan bukunya beredar saat beliau dipenjarakan. Tapi Hamka gagal mendapat bayaran. Padahal, saat itu Hamka sangat membutuhkan dana.
Kalau mau contoh tambahan, saya bisa tunjukkan Bumi Manusia, yang juga merupakan buah derita Pram saat menjalani hari-hari penuh kepedihan, di penjara Pulau Buru.
Bumi Manusia, merupakan buku yang sedang trend saat ini, dan sedang diangkat ke layar lebar, oleh beberapa tokoh seniman perfilman nasional.
Kisah penulisan dan kisah penyelundupan naskah, sewaktu dikeluarkan oleh seorang sahabat penulis saat di Pulau Buru, sungguh menjadi potret sejarah. Dan bisa diakses dari situs internet.
Steemian sekalian, kalau di dalam penjara saja mereka bisa menulis, saya pastikan tidak ada alasan yang lebih masuk akal lagi, untuk kita katakan bahwa kita tidak bisa menulis.
Kalau memang penjara juga menjadi syarat bagi Tuan dan Puan, maka penjarakanlah diri anda satu jam 12 menit setiap hari, untuk menulis.
Menulis di luar penjara ditemani eks Tapol Aceh
Menulislah! Dengan kapasitas yang kita miliki. Perlahan waktu dia akan terus berkembang dan membaik, seiring keseriusan dan ketekunan kita, dalam mengabdikan diri pada karya.
Dengan niat memperbanyak dan meningkatkan mutu tulisan, kita akan tergerak untuk menambah khazanah ilmu yang kita miliki. Terpacu untuk menambah wawasan, melalui observasi harian yang terus kita lakukan. Kita akan terbiasa menyerap sebanyak mungkin informasi bermanfaat, dari dunia nyata dan dunia maya.
Steemian, tahap paling awal adalah mulailah menulis di steemit. Kalau Tuan dan Puan sudah punya akun.
Kalau belum punya, buatlah akun, satu saja dulu😀😀, kalau kurang nanti tambah lagi.
Bagi yang sudah mulai, teruslah berupaya untuk memproduksi karya tulisan.
Terus menulis! Sampai pada situasi di mana menulis dan berbicara sama mudahnya bagi Anda.
Saat itu tidak ada lagi orang yang mampu menghentikan Anda menulis. Sebab melarang anda menulis sama saja dengan melarang Anda bicara.
Demikian selamat pagi,