Cuma saja sebaiknya, perbedaan kita tempatkan pada aras yang proporsional, untuk saling mengisi dan melengkapi. Jangan kita booster menjadi sebentuk "perkelahian" abadi.()
Berhati hatilah berlayar di steemit
Tidak hanya di steemit di medsos manapun di dunia, terkecuali di akhirat, kita senantiasa dituntut berhati hati tidak semberono jangan ceroboh.
Kecerobohan dan tindakan yang semberono akan membuahkan bencana, baik berupa bencana alam, bencana sosial, maupun bencana finansial.
Untuk terhindar dari sikap seperti itu, kita perlu pahami, serta meyakini akibat yang timbul akibat perilaku kita yang ceroboh.
Kita juga harus memaklumi situasi dan sikap orang-orang di sekeliling kita, agar tidak salah melangkah. Ini yang dinamakan hati-hati dan waspada bin mawas diri.
Di dalam steemit kita harus berhati hati terhadap faktor eksternal dan internal
Eksternal meliputi akun akun yang memang disiapkan untuk menertibkan perilaku pembuat konten yang bertendensi plagiat dan spam. Semisal cheetah steemcleaner dan "ahli famili mereka."
Eksternal juga terkait perbedaan pandangan dari satu dua kelompok yang ada.
Di steemit dan dunia nyata kenyataan hadirnya kelompok dan puak puak maupun suku suku tetap ada.
Berkelompok, berpuak-puak adalah fitrah manusia, karenanya, perbedaan akan selalu hadir,
Perbedaan pandangan dan pemahaman terhadap steemit, perbedaan kepentingan, beda selera, beda profesi, beda wawasan, beda daerah asal. Dan ada "duaribu lima ratus" jenis perbedaan antara kita sesama steemian, itupun belum termasuk beda warna kulit hitam dan putih, beda model rambut lurus ikal keriting bahkan kribo, beda postur tubuh, tinggi, pendek, cebol, gagah, ganteng, seksi, dan gembrot.
Kondisi ini memang sudah takdir.dan sudah kodrat makhluk yang bernama manusia. Harusnya jangan dijadikan sumber masalah.
Sebagai ilustrasi, berbeda pilihan tempat atau warung untuk minum kopi
Di Bireuen misalnya, kalau semua steemian KSI Bireuen harus berkumpul di satu warung kopi. Kan nggak muat!? dan sangat merepotkan.
Perbedaan adalah fitrah, perbedaan adalah anugerah, perbedaan adalah rahmat Allah.
gambar: Rukun dalam perbedaan. Menanti takdir meugang.
Cuma saja sebaiknya perbedaan kita tempatkan pada aras yang proporsional untuk saling mengisi dan melengkapi. Janganlah kita booster menjadi sebentuk "perkelahian" abadi
Contoh
Perbedaan dalam memanfaatkan fasilitas yang ada dan legal di steemit, bot voter misalnya.
tidaklah perlu diperluas sampai ke persoalan pergaulan anak anak atau adik-adik kita. Sehingga anak atau adik steemian yang tidak suka beli bot harus pindah sekolah karena di sekolah yang sama banyak anak-anak dari steemian "jagoan bot." Ini misal, dan mudah-mudahan tidak sampai ke situ.
Atau contoh lain, steemian yang kontennya bagus dan serius banyak foto lengkap dengan sumber, tidak ada kesalahan kaidah bahasa, dikarenakan terbawa emosi memilih shalat tarawih di surau di kampung tetangga, karena surau di kampungnya banyak steemian yang kontennya berkualitas rendah.
Perbedaan harus ada dan itulah rahmat, cuma saja yang harus kita "pupuk" adalah kearifan menerima perbedaan.
Bagi kawan kawan penganut "mazhab" botvoter, saya ajak tetaplah bijaksana, sebijaksana keputusan kita membeli bot. Kalau memang postingan dari steemian yang anti bot, tapi berisi informasi yang bermanfaat dan menghibur. Tetap berikan apresiasi, baik komen maupun upvote. Bila perlu resteem, seperti yang sudah-sudah.
Khusus kepada dan para steem-ambassador
juga kepada para kurator indonesia
, harapan saya, pertahankan hal-hal baik yang sudah anda lakukan atas pertimbangan profesionalisme, sesuai dengan tanggung jawab yang ada, seperti yang sudah berjalan sekarang, sambil terus memperbaiki dan mengevaluasi diri. Tidak sepatutnya terpengaruh atau terlibat bahkan mempertajam perbedaan yg ada.
Gambar:ekspresi kelelahan
Pada akhirnya, kita semua ingin hidup rukun. Rukun puasa apa saja? Steemian yang muslim masih ingat bukan?!
Demikianlah Ceramah singkat menjelang Ramadhan, dari kami yang mencintai keindahan.
Wallahul muwwafiq ila aqwamittariq