Manusia purba meninggalkan catatan dan sejarah peradaban di gua-gua. Pada dinding gua mereka menggoreskan simbol, gambar atau tulisan. Semua karya seni itu bermanfaat bagi generasi saat ini. Mereka telah membagikan kekayaan budaya kepada generasi pewarisnya.
Manusia memang erat terkait dengan gua. Semua manusia lahir dari gua. Dalam bahasa Jawa rahim disebut “guwo garbo”. Kendati dilahirkan pada zaman now manusia tetap makhluk gua. Maka, manusia perlu menghayati identitasnya; tidak boleh melupakan asalnya.
Bagi manusia gua lebih daripada lokasi tempat manusia jasmani. Pertumbuhan rohaninya juga membutuhkan gua. Banyak tokoh rohani dan agama mendapatkan pencerahan dalam gua. Nabi Elia, misalnya, mengalami keagungan Allah di dalam gua, tempat persembunyiannya. Dia yang sedang tertekan dan nyaris putus asa mengalami kebesaran Allah dalam angin sepoi-sepoi basa. Dia tersadar bahwa Allah dapat ditemukan dalam keheningan (1 Raj 19:9-14).
Gua itu lebih dari sekedar lokasi-teritorial karena juga memiliki makna rohani-spiritual. Dalam gua manusia bisa mengalami keheningan, kegelapan, keterpisahan, kelaparan dan kesepian. Semua itu penting. Dalam situasi seperti itu manusia dapat mengalami Allah, Sang Kekuatan dahsyat yang di tengah hidup yang sibuk jarang diingat. Dalam gua-gua yang sunyi orang diajak merefleksi, meneliti, dan bertobat dengan semangat koreksi diri.
Tanpa gua manusia sulit bisa berkembang naik ke tingkat sempurna. Bahkan agama sebagai lembaga rohani akan kehilangan nilai, arti dan fungsinya yang utama tatkala melupakan gua. Agama yang suka gaduh di panggung ekonomi, sosial, politik sangat rentan dijadikan alat intrik. Kehilangan kekuatan dan kekayaan rohani. Jarang berkaca diri. Agama demikian kerap mengklaim diri sebagai pembela Tuhan, tetapi sekaligus suka menghancurkan kemanusiaan. Seolah-olah Allah dari manusia ciptaan-Nya dapat dipisah.
Perlu disyukuri, berkah dan anugerah berlimpah dalam masyarakat dan dunia modern. Dalam situasi demikian manusia diajak untuk ingat akan asalnya, yakni dari gua. Ketika mereka mengembangkan diri dengan semangat gua rohani, niscaya manusia akan mengalami hidupnya penuh makna dan arti.
MoBert030218