Emosi positif itu bersifat konstruktif. Ketika emosi positif mendominasi, hidup seseorang harmonis dan sehat. Bagaimanakah caranya membangkitkan emosi positif bagi diri sendiri? Salah satu jawabannya ialah mengampuni.
Mengampuni bisa diawali dengan mengatakan:”Allah mengampuninya; aku pun mengampuninya dan berdoa semoga dia baik-baik saja.” Langkah ini meniadakan rasa marah dari dalam hati yang terlukai; melawan pikiran negatif. Siapakah yang harus diampuni? Minimal empat kelompok ini.
Pertama, orangtua (baik yang masih hidup maupun sudah wafat). Orang perlu bersyukur atas orangtua yang telah “memberikan” hidup. Orang yang menikmati hidupnya mesti mengampuni orangtuanya. Yang tidak mengampuni orangtuanya akan tetap tinggal seperti kanak-kanak, terus-menerus “playing victim.”
Kedua, orang-orang terdekat (suami, isteri dan anak-anak). Mereka itu adalah orang-orang yang pernah melukai atau menyebabkan hal yang tidak diinginkan. Perkawinan atau hubungan yang sangat intens antara suami-isteri atau antar sahabat bisa membahagiakan, sekaligus menyakitkan. Yang terlibat di dalamnya relatif ikut menyebabkan situasi negatif itu. Maka, ia harus ikut bertanggungjawab. Caranya? Mengampuni.
Ketiga, semua orang yang telah melukai. Mungkin mereka itu majikan, partner business, teman dan bahkan sahabat yang berkhianat. Inilah yang mesti dikatakan:”Aku mengampuni mereka dan berharap mereka baik-baik saja.” Mengulanginya sekali lagi tatkala rasa ingin membalas dendam muncul. Itu membangun emosi positif.
Akhirnya, diri sendiri. Inilah yang tersulit dan paling berat. Kesalahan, kejahatan, kenakalan dan semua hal buruk yang dulu dilakukan harus ditinggalkan. Hidup pada hari ini berbeda dari hidup di masa lalu. Membawa semua keburukan masa lalu hanya membebani hidup saat ini. Dengan mengampuni diri sendiri atas kesalahan yang pernah dilakukannya orang dapat memusatkan perhatian ke depan.
Mengampuni itu berarti dibebaskan. Maka, Lewis B. Smedes berkata:”To forgive is to set a prisoner free and discover that the prisoner was you.” (Mengampuni itu membebaskan seorang tahanan, dan temukan bahwa si tahanan adalah dirimu).
MoBert230118