Memiliki program khusus adalah salah satu capaian tertinggi dalam karir seorang presenter. Punya program atas nama diri sendiri mengindikasikan kalau seorang presenter itu berkelas dan telah berada di puncak popularitas. Mereka yang memiliki program pribadi biasanya memiliki value. Ia berada di maqam yang berbeda dengan presenter lainnya. Ia diistimewakan. Sebab jika ratingnya bagus, bukan saja berpeluang mendapatkan award ini itu. Melainkan dapat membawa pundi-pundi ke stasiun TV tempat ia bekerja.
Beberapa presenter yang memiliki program pribadi seperti Indonesia Lawyers Club (Karni Ilyas), Kick Andy (Andy F Noya), Mata Najwa (Najwa Shihab), Aiman (Aiman Wicaksono), Rossi (Rosiana Silalahi), Sudut pandang (Fifi Aleyda Yahya), Hitam Putih (Deddy Corbuzier) atau Insigh (Desi Anwar).
Beberapa acara dikemas dalam bentuk variety show. Namun ada juga yang ditampilkan dalam bentuk talkshow. Tetapi benang merah dari kedua jenis program ini adalah presenter hadir sebagai magnet acara. Ia menarik, melepas dan mengatur atmosfir. Penonton sesekali sedih, tersenyum, terbahak atau kemudian diam. Sebuah ketrampilan yang tidak dimiliki semua presenter. Sehingga dalam pemberitaan pun kita juga mengenal istilah news presenter dan news anchor. News presenter adalah penyiar yang sekedar membawakan berita. Namun kalau news anchor, dia bukan saja menyampaikan berita tapi juga langsung terjun ke lapangan. Bertemu narasumber, mewawancarai dan menemukan fakta.
Kita tentu masih mengingat satu bagian saat Najwa Shihab mewawancarai Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Saat itu ibu wali bercerita tentang praktek prostitusi gang dolly yang melibatkan anak-anak sebagai konsumen. Mereka cukup membayar beberapa ribu rupiah saja sudah mendapatkan layanan plus-plus. Penonton dibuat tersentak dengan fakta itu. Kemudian ramai-ramai menulisnya hingga gang dolly ditutup.
Program khusus seperti ini mempunyai kekuatan untuk melambungkan nama presenter. Bila itu terjadi maka program ini dengan mudah mengakses nama-nama besar sebagai narasumber. Karni Ilyas, Najwa Shihab adalah sederet nama yang berhasil mewawancarai orang nomor satu di negeri ini. bahkan ILC kerap mengundang mereka yang bertikai atau berselisih faham duduk di meja yang sama.
Sebagai presenter TV saya juga memiliki impian yang sama. Berharap dapat memiliki program khusus suatu saat nanti. Bila hari itu tiba maka saya menamakan programnya dengan “Igoe Ceurape”. Igoe artinya gigi sedangkan Ceurape adalah musang. Tafsirannya boleh apa saja. Saya ingin program ini “mencabik-cabik” narasumber yang hadir. Seperti ceurape mencabik kaki anak ayam. Saya ingin narasumber tak berkutik saat ditodong pertanyaan tajam. Setajam igoe ceurape.
Tapi saya tidak berkeinginan memotong pertanyaan tamu yang saya undang secara membabi buta. Sebab acaranya bukan igoe bui (babi) tapi igoe ceurape. Saya akan memperlakukan narasumber sebagai tamu. Masak iya saya mengundang tamu tapi saya hantam tanpa belas kasih. Saya bakal beri ia sirup cap berhala yang terkenal itu. Saya berhasrat betul untuk memuliakan mereka selayak tamu jauh yang datang bertandang.
Program ini cukup dilakukan di studio. Kalau sudah digemari pemirsa mungkin akan sesekali berkunjung ke daerah seperti Bireuen, Takengon, atau Meulaboh dan mungkin juga Singkil serta Simeulue. Tapi kalau belum terkenal biarlah semua dilakukan di studio. Latarnya cukup kain hitam biar terkesan elegan padahal ingin irit dana. Tidak perlu penonton. Suara gemuruh tepuk tangan biar diambil dari hasil record yang diulang-ulang. Kalau ada yang ngebet ke studio maka akan dikenakan biaya masuk.
Bila Sarah Sechan memberi mug dan kaos untuk tamu yang hadir maka saya membuatnya menjadi lebih spesial. Karena ini daerah syariat maka saya akan menghadiahi narasumber dengan sesuatu yang berkesan.
“Sebelum berpisah saya hadiahkan dua helai kain putih plus batu nisan. Moga taubat ya pak” mungkin narasinya demikian.
Supaya ingat maut dan berlomba-lomba pada kebaikan.
So, kalian mau jadi tamu yang pertama?? Saya mengundang sebab saya, tuan rumah “Igoe Ceurape”.
Baca Postingan Sebelumnya
(https://steemit.com/love/@arielogis/story-fathers-and-their-endless-loves)
(https://steemit.com/steemit/@arielogis/udeung-sabee-yang-terkutuk)
(https://steemit.com/steemit/@arielogis/mengetuk-pintu-rumah-para-kurator)
(https://steemit.com/steemit/@arielogis/steemian-masuk-tv)