my best friend
Jabat erat dan kompak selalu sahabat stemians, pasca gerhana bulan beberapa waktu yang lalu memang secara tak langsung turut serta mempengaruhi iklim dibeberapa tempat dan beberapa wilayah di indonesia dan belahan dunia begitu juga yang saya rasa hari ini,ketika berkunjung ke suatu daerah yang lumayan dekat melewati perjalanan darat dengan menaiki si roda dua buatan tahun 2007 silam, lumayan lama juga sih eggak bertemu dengan beliau yang sekarang menjadi seorang alumnus sebuah pesantren di wilayah pesisir aceh dan sekarang menjadi seorang pendakwah dan khatib jumat, walaupun cuaca hari ini dengan suhu yang diatas rata - rata, harus rela juga bermandikan peluh dengan terik matahari yang sangat menyengat ubun - ubun, namun demi satu tekad berjumpa dan bertemu dengan teman lama, semua rintangan tetap harus saya tuntaskan
seiring dengan pertukaran waktu dan pergantian masa ada sebuah rasa yang selalu menggelayut yang menimbulkan sebongkah kerinduan, secuil kalimat bijak dan sepatah - dua patah kata pepatah yang selalu dia ucapkan dan bisa menginspirasi saya, adalah jadi sebuah alasan bagi saya hari ini untuk menantang segala aral yang melintang dengan satu tekad bisa bertemu dengan beliau, haripun beranjak dengan begitu cepatnya, dan ketika saya melirik ke layar smartphone saya jam sudah menunjukkan angka di 14.20, perjalananpun saya lanjutkan lagi yang hanya tersisa sekitar 200 meter lagi dengan menyusuri pinggiran pantai, dengan dibasahi keringat yang mengucur akhirnya sampailah pada tempat yang saya tuju, tempat dimana 10 tahun yang silam adalah sebagai tempat bersuka ria bagi kami yang mayoritas di huni oleh anak - anak pelaut yang hidup di pinggiran pantai
masih bergelut dengan kehidupan yang miris
Dengan sebuah rasa kekagetan yang luar biasa,dibibir saya yang mulai mengering termakan usia ini dengan tanpa sadar berucap Astaghfirullahal'adhim, Subkhanallah Ya Allah, inilah kekuasaan tuhan yang maha kuasa, yang telah di tunjukkan untuk ummat manusia di belahan bumi ini, kekayaan dengan kemiskinan, dan kebahagiaan serta penderitaan inilah yang terlihat oleh saya hari ini, dalam hati saya merasa sangat bersyukur dikaruniai keluarga yang sedikit lebih sempurna dengan beliau
santapan sore ala pesisir pantai
Dengan tidak mengurangi rasa hormat wajah beliau tidak saya tampilkan, dan mohon maaf juga hidangan spesial kesukaan kami lontong sayur yang terlihat di foto juga sudah kosong, maklum sudah 10 tahun saya kangen dengan racikan manis tangan perempuan setengah baya, yang kini juga sudah mulai menua,jadi ya inilah apa adanya yang bisa saya tampilkan untuk sahabat stemians yang jelas hari ini begitu berkesannya sehingga saya lupa segalanya,terimakasih sahabat hatitu, walau diterpa kesusahan dan kepahitan dalam hidup, tapi jiwa sosial dan persaudaraanmu tak pernah mati dan tak pernah lekang dimakan usia
Memperkenalkan steemit
Singkatnya, dibagian terakhir ini saya terlibat obrolan yang serius tentang media steemit, karena beliau adalah seorang pendakwah dan khatib yang handal yang tiap hari menyusun kpnsep - konsep berdakwah, dan beliau pun mendapat respon yang luar biasa setelah mendengar sedikit banyaknya penjelasan dari saya yang alakadarnya, maklum saya hanyalah seorang pemula yang baru yang masih sangat minim pengetahuan dan pemahaman tentang steemit, saya mohon maaf sama bg dan
apabila terdapat kesalahan dalam memahami steemit ini
Akhir kata betapa sangat berterimakasih kepada orang - orang yang selalu menginspirasi saya buat menulis seperti mb
dan masih banyak lagi yang tidak saya sebutkan lagi,terimakasih atas segala inspirasinya, untuk bg
dan
jabat erat selalu dan jayalah komunitas steemit indonesia
P E N U L I S