Malam ini mencoba menulis tentang sebuah kegelisahan para pemula steemian, mempertanyakan bagaimana cara menaikan peringkat dan mendapat vote dadi curator agar agar bisa menambahkan steem power karena baru-baru ini sangat sulit mendapatkan vote ketika memposting saty tuliaan, baik tulisan yang berkualitas atau memang sampah karena menulis asal ada postingan saja. Tadi saya sore saya duduk di warung kopi di kawasan lampuneung, tema diskusi tetap steemit dan isi tulisan dalam postingan.
Bahwa menulis harus fokus pada satu isu saja agar orang mau upvote dan tulisannya juga harus menarik agar pembaca tidak bosan melihat tulisan yang kita posting, anehnya lagi postingan versi bahasa inggris mengguna google terjemahan. Tetapi tidak apalah jawab seorang kawan yang terpenting mau belajar bahasa inggris, biarpun penggunaan kalimat banyak salah.
Kesalahan itu kemudian mengoreksi dengan baik tata letak bahasa dari yang aslinya, kemudian nongol pemain pemula dalam dunia steemit, maksudnya baru menggunakan steemit, dia bukan juga orang yang sedang belajar menulis tetapi dia ingin mempublikasikan setiap tulisannya.
Saya menjawab, dengan santai dan tenang memang betul bang terkadang tidak semua orang juga mau membaca tulisan yang kita posting, abang yang hebat dalam menulis saja tidak banyak yang upvote, apalagi saya ini cucung yang sedang belajar menulis. Artinya saya menggunakan steemit ini untuk proses belajar menulis agar tulisan saya menjadi baik.
Siapa tahu kedepan ketika tulisan saya bagus dan rapi dalam penggunaan kalimat di setiap baris, bisa jadi saya akan fokus pada conten saja. Tidak mungkin juga saya memenjarakan alam pikiran yang bebas seperti ini. Intinya setiap tulisan yang diposting oleh orang saya membacanya kecuali bahasa inggris karena harus menerjemahkan pakai google terjemahan.