Haliman kini sudah menjadi perempuan pemalu dan pemurung, dia tumbuh dan besar dilingkungan yang penuh dengan pendidikan agama dan tingkah laku sangat bijaksana, dia bukanlah perempuan nakal dulunya, hidup penuh dengan proses belajar, pagi kesekolah dan sore hingga malam hari ditempat pengajian, sangat sedikit untuk bermain, dia menghabiskan waktu mencari ilmu pengetahuan baik agama maupun pendidikan umum.
sumber foto:dakwatuna.com
Semenjak ayah pergi entah kemanan ketika konflik berkecamuk di bumi iskandar muda ini, halimah sudah berupaya mencari ayahnya yang hilang tetapi tidak pernah menemukannya. Dia harus mengurus ibunya yang sudah sakit-sakitan dan membiayai ketiga adiknya yang masih sekolah.
Halimah kita memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan pendidikan karena harus mencari uang untuk kebutuhan hidupan, dia kini menjadi kepala keluarga semenjak ayahnya tiada.
Terkadang halimah harus menangis ketika ketiga adiknya mulai menanyakan dimana ayah mereka sekarang ini, kenapa ayah tidak pernah pulang dan apakah ayah tidak sayang lagi sama kita semua, halimah hanya bisa diam, membujuk adiknya untuk bersabar dan tidak lama lagi ayah juga pulang karena ayah mencari uang untuk kita, begitu cara halimah meyakinkan adiknya yang masih kecil.