Berapa banyak kita merekam kisah setiap saat, berapa banyak menjadi catatan sehingga ini bisa dibaca dikemudian hari, tentu saja berbeda apa yang dipikirkan saat ini dengan hasil kedepan. Menulis memang bukan sesuatu yang sangat mudah dan tidak seperti membalik telapak tangan. saya sempat berpikir begini, bagaimana penilaian seseorang terhadap kita lewat sebuah tulisan, baik itu karya ilmiah maupun coretan dinding, kemudian menjadi bahan refleksi dalam diri kita dari penilaian orang lain.
Maka dalam menulis harus banyak belajar dari senior yang handal dibidangnya, berguru untuk mendapatkan ilmu tidak perlu melihat usia, pasti dalam pikiran kita untuk apa belajar hal itu karena semua orang juga bisa menulis, kalau memang ada pandangan demikian juga bagus karena masih percaya kemampuan diri sendiri, tetapi yang perlu diingat bahwa jangan emosi kita dinilai orang lain menyangkut tulisan.
Contoh kecil saja, malam ini saya menulis seperti ini karena masih membutuhkan banyak bimbingan dari para senior yang memiliki ilmu cara menulis yang baik, ketika sudah mendapat ilmu dalam menulis tentu saja orang akan mengambil tulisan kita sebagai referensi walau itu sampah tanpa sumber yang jelas.
Harus dihindari betul dalam menulis itu mengambil tulisan orang lain dan kemudian copy paste kedalam blog tanpa menyebut sumber. Ini merupakan sebuah tindakan yang tidak beretika, secerdas apapun manusia ini ketika sudah mengambil tulisan orang lain tanpa menyebut sumber tetap goblok dan bodoh namanya.