Suara gemuruh terdengar dari jauh, semua orang berteriak bahwa air laut naik, semua panik dan tidak menghiraukan harta benda, tidak menghiraukan orang lain yang terpenting keselamatan diri sendiri, jam sudah menunjukan pukul 12 siang, aku berjalan ke kost seorang teman karena yang sudah janji untuk menikmati liburan hari itu, hati penuh dengan kerisauan, tanda tanya terus menghunjam dalam pikiranku. Mungkinkah air itu akan menghantam lagi rumah dan membawa orang yang sudah naik keatas bukit.
sumber
Kaki terus melangkah pelan-pelan dengan memperhatikan manyat-manyat yang tergeletak di pinggir jalan, air mataku tiba-tiba menetes, masih hidup temanku atau memang sudah menjadi manyat. Kalau memang sudah tidak ada lagi dimana manyatnya?, Aku menepis semua pertanyaan itu dengan pikiran positif bahwa temanku masih ada.
Sampai aku dirumah kost teman melihat kondisi rumah sudah berantakan dihantam ombak besar, di dalam rumah masuk pohon kelapa dan lemari maju sudah dibawa keluar oleh air. Mata melihat keseluruh isi rumah, mungkin saja teman ku sudah menyelamatkan diri ke arah blang bintang.
Hari mulai sore, perut sudah mulai lapar karena pagi belum sempat sarapan, aku menemukan sebungkus rokok ardhat, siapa tahu bisa menyembuh rasa lapar, kemudian aku balik lagi ketempat orang-orang berkumpul, di hatiku terus bertanya kondisi temanku karena sudah seharian tidak ketemu.
Kalau dia selamat tidak mungkin dia tidak tahu alamatku dan tidak mungkin dia tidak mencari. Hari demi hari aku mencarinya, aku mendapatkan kabar bahwa temanku itu sudah ditemukan di bawah lemari di kostnya, lalu aku berlari menuju kostnya tetapi tidak membuahkan hasil.
Kabar itu hanya sekedar kabar, hingga kini aku tidak mengetahui dimana keberadaanya, kalau memang dia sudah meninggal, pencarian sudah berhenti gerak langkah tidak kuat lagi, suasana sudah berubah ketika banyak manyat yang sudah diangkut dengan dum truk.
Dalam pikiran ku hanya satu, bahwa kamu sudah syahid bersama orang terpilih, artinya kamu yang sudah duluan pergi dan meninggalkan kami untuk meneruskan apa yang kamu cita-citakan saat itu, bagaimana membantu orang lain dan berjuang untuk menegak kebenaran.
Saat ini aku belum mampu mengujudkan itu, keterbatasan ilmu yang ku miliki bukan berarti aku harus berhenti untuk mengujudkan apa yang sudah kita ceritakan masa kuliah dulu.
Ombak besar sudah membenam dan membawa kamu bersama cita-cita, aku akan tetap menegakan kepala untuk meneruskan apa yang pernah kamu pesan waktu itu.