Awan hitam mulai menyelimuti atap rumah sekolah kami, waktu terus terus bergerak menunjukkan pukul 06.45 menit waktu Indonesia bagian barat. Sambil berdiri menatap jauh kedepan memandangi pintu gerbang yang masih sepi seakan tidak ada tanda-tanda robongan yang siap dengan baju putih, celana dan rok abu-abu belum menampakkan satu orangpun.
Berbeda dengan suasan sebelumnya yang pada jam-jam segini terlihat ramai dan penuh desak-desakan memasuki pintu gerbang, semuanya berebut masuk untuk mendaptkan ilmu pengetahun dengan guru-guru kesayangnya.
Tiba-tiba hujanpun bagai ditumpahkan dari langit....gelap....dingin....sepi....angin bertiup kencang....dalam lubuk hati dalam kami berdoa semoga engkau dapat mengarungi hujan badai anakku? Kami disini cemas menantimu disini....menjadi takut hujan menjadi penghalangmu untuk kesekolah.
Ayoooo....semangat....meskipun hujan masih belum berhenti...meskipun engkau terlambat....namun..kami tetap menunggumu dsini....di kelas..gendonglah tas merahmu…dipundak..langkahkkan kakimu...hadapi semua rintangan demi merai masa depanmu yang gemilang… selamat belajar semoga kelak engkau jadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa.
Aceh, 30 November 2017