Once upon a time, a young boy who is anti-nicotine very miserable because of living in one room with his friend who smoked heavily. This non-smoking youth, let's call him @ zainalbakri, lives in a room with a heavy smoker named . Other Friends
other also topnumber smoke collectors like
,
,
,
,
,
, and many more. 99 out of 100 men are smokers, only real men who do not smoke. In fact,
is a macho smoker with a very man Gudang Garam Surya.
The smoke of cigarette is all around us. Naturally@ zainalbakri exposed to smoke and feel very miserable. At all times, their rooms are full of cigarette smoke. Dress of smell with smoke. Moreover, his beloved lovers are anti-smoking and start threatening; "We break up if you still smell cigarettes!"
That’s a dilemma. has reminded
to reduce smoking habit slowly. But it never worked. Finally, he went to a doctor and told him about the problem he was facing.
"Help me, Doctor. I can not stand the smoke anymore. How to get rid of my smoking habits, " says pitifully, like a child holding a fart, uh, holding back tears.
"That's easy," the doctor said. "You take your friend's cigarette and you rub it to the butt," advises the doctor.
That's the way . When
bathed, he secretly took a cigarette belonging to
and removed from the pack. Every cigarette was smeared onto her ass. When done, put it back into the wrapper. After that, he pretended to focus on the laptop, replied and commented on Steemit. Occasionally he exclaimed, as if nothing out of the ordinary. And that's the only way to distract him, as if he were focusing on Steemit.
With his hair still wet, he pulled out a cigarette and slipped between his jet-black lips like a car tire. "What smell, neh?" He said as he threw the cigarette into the trash can. He picked up another cigarette, slipped it on his lips, then threw it into the trash after he smelled the unpleasant smell. Finally, a pack of cigarettes runs out in an instant. Not because it sucked, but thrown into the trash!
A month later, returned to the same doctor.
"How is your friend?" Asked the doctor while secretly reading the postings in Steemit through his gadget.
"Alhamdulillah, Doc. My friend is no longer smoking. The doctor's prescription is very powerful. But, please me again, Doc ... "
"What do you want?"
"Please eliminate my habit of smearing cigarettes into my butt ..."
The doctor was surprised that the gadget in his hand almost fell. It turned out that the recipe had another effect. His patient could not see the cigarette because he always wanted to rub it on his ass.
Based on the story I heard from the cassette around 1989 with the change of name and location. If there is a similar name, it is intentional and the person mentioned should be grateful for being famous.
A steemian who is also a heavy smoker, .
Cara Menghilangkan Kebiasaan Merokok yang Buat Ketagihan
Alkisah, seorang anak muda yang anti dengan nikotin sangat sengsara karena tinggal satu kamar dengan sahabatnya yang perokok berat. Anak muda yang tidak merokok ini, sebut saja namanya , tinggal satu kamar dengan seorang perokok berat bernama
. Sahabat
yang lain juga pengepul asap nomor wahid seperti
,
,
,
,
,
, dan masih banyak lagi. Dua kurator
dan
juga perokok berat, tapi entah kenapa
tidak berani protes. 99 dari 100 lelaki adalah perokok, hanya lelaki sejati yang tidak merokok. Bahkan,
adalah perokok macho dengan Gudang Garam Surya yang sangat lelaki.
Asap rokok ada di sekitar kita. Wajar saja terpapar asap rokok dan merasa sangat sengsara. Setiap saat, kamar mereka penuh asap rokok. Pakaian
bau dengan asap rokok. Apalagi, kekasih yang sangat dicintainya antirokok dan mulai mengancam; “Jangan pernah dekat kalau masih bau rokok!”
Sungguh dilema. sudah mengingatkan
agar mengurangi kebiasaan merokok secara perlahan. Tetapi, tidak pernah berhasil. Akhirnya, dia mendatangi seorang dokter dan berkisah tentang masalah yang dihadapinya.
“Tolong saya, Dokter. Saya sudah tidak tahan lagi dengan asap. Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan kawan saya merokok,” kata memelas, seperti anak yang menahan kentut, eh, menahan tangis.
“Gampang itu,” sahut dokter. “Kamu ambil rokok teman kamu itu dan kamu olesin ke pantat,” saran dokter.
Cara itulah yang dilakukan . Ketika
mandi, diam-diam dia mengambil rokok milik
dan dikeluarkan dari bungkus. Setiap batang rokok dioleskan ke pantatnya. Setelah selesai, dimasukkan kembali ke bungkus. Setelah itu, dia pura-pura fokus pada laptop, membalas dan memberi komentar di Steemit. Sesekali ia berseru, seolah ada yang luar biasa. Padahal itu hanya caranya mengalihkan perhatian, seolah-olah ia sedang fokus pada Steemit.
Dengan rambut masih basah, mengeluarkan sebatang rokok dan menyelipkan di sela bibirnya yang hitam legam seperti ban mobil. “Bau apa, neh?” katanya sambil membuang rokok tersebut ke tong sampah. Dia mengambil sebatang rokok yang lain, menyelipkan di bibir, lalu membuang lagi ke tong sampah setelah mencium aroma yang kurang sedap. Akhirnya, satu bungkus rokok habis dalam sekejap. Bukan karena diisap, melainkan dibuang ke tong sampah!
Sebulan berlalu, kembali kepada dokter yang sama.
“Bagaimana sahabat kamu itu?” tanya dokter sambil diam-diam membaca postingan di Steemit melalui gadgetnya.
“Alhamdulillah, Dok. Kawan saya sekarang sudah tidak merokok lagi. Resep dokter itu sangat ampuh. Tapi, tolong saya lagi, Dok…”
“Tolong apa lagi?”
“Tolong hilangkan kebiasaan saya mengoleskan rokok ke pantat…”
Dokter kaget sehingga gadget di tangannya hampir terjatuh. Ternyata resep itu memberi dampak lain. Pasiennya tidak bisa melihat rokok karena selalu ingin mengoleskannya ke pantat.[]
Berdasarkan kisah yang saya dengar dari kaset sekitar tahun 1989 dengan perubahan nama dan lokasi. Kalau ada namanya yang mirip, itu adalah disengaja dan orang yang disebutkan namanya harus berterima kasih karena sudah terkenal.