Steemit platform users in Indonesia are growing fast. Can be seen through the application or the simplest of the existing post. In addition to Steemit promo that is often held in various cities in Indonesia, grow various communities who also do promo Steemit independently. The existence of communities within the community is a common phenomenon due to a change of interest. Personally, many Steemians make their own Steemit promo without ever posting their activities.
Many newcomers in Steemit do not know that the Steemit Indonesia Challenge is often used. The title is indeed in English, but there is a competition in Indonesian for members of the Steemit Indonesia Community. This race has given birth to many champions, and unique, always born a new champion of newcomers in Steemit. In the Steemit platform, they may be juniors. But in a race that demands writing, photography and insight, these winners are senior.
A little illustration
Especially for newcomers from Indonesia, I would like to give a little idea about Steemit Indonesia Challenge (SIC). This race has been going on about 12 times. In the beginning being a Steemian, I followed two races and both got first prize. The jury then was and
, two people who included me as a teacher at Steemit. Many provide various information about Steemit. With
I've known before because we together have worked in the Daily Atjeh Independent. With
new to know after joining in Steemit.
SIC held with various themes such as about animals, tourist destinations, loved ones, Indonesian culture, public facilities, culinary archipelago, and sometimes even free themes. It's up to every Steemians wants to create a theme about what. Free themes are often followed by many participants.
Besides and
, I have also been three judges. When I became a judge, I built a tradition of writing notes around themes to guide the participants. After that, one evaluation note after the announcement of the race. This tradition was continued by another jury. Some of the Steemians who have been jurors are from writers and journalists such as
,
,
, and
. Also, awaken Steemians tradition that never became a jury does not follow the race even though it is not prohibited. I do not know if there is a SIC with a more tempting reward, hehehehe....
Some winners
The winners at SIC are not only old ones. I twice became the first champion precisely when just a month joined in Steemit. Some of the winning Steemians are ,
,
. The last SIC champion is
,
, and
which is themed about animals. Previously there was also a senior writer
and
who became champions.
In every SIC, there are at least three winners and sometimes six winners, depending on the number of prizes. In SIC themed culinary archipelago, for example, the winner there are six people, namely by the first champion to the hope of three: ,
,
,
,
,
, and @ daiky69. Special @ kakilasak who has often championed does have advantages in photography and often displays unique photos from various regions in Indonesia. Perhaps as the name implies, he often walks.
has also been several times a winner.
SIC who took the theme publicity with jury , appeared as champion
, @ alvapurba17,
,
,
, and
. Of course, there are still many other Steemians who ever became champions. I was somewhat surprised to realize that some SIC winners are now less active in Steemit, even now the value of Steem and Steem Dollars falls, but is still much higher than about seven months ago for SBD only around Rp13,000 per 1 SBD. Where are they now?
Some donors
In every SIC with varying amount of prizes, there are always donators who donate SBDs to the winners. The donor is still who is very familiar in the hearts of Steemians Indonesia. Then there are @ papa-pepper,
,
, and
. The Indonesian curators
and
are always regular donors.
Among the Steemians Indonesia has also been a donor like ,
,
,
,
,
,
,
, and
. Their donations certainly helped to revive the tradition of the Indonesian language race in Steemit. Their contribution cannot be forgotten has aroused the writing passion among the Indonesian Steemians. Some of the above donors are still active and some have become "big guys" in Steemit. Appreciation should be given to the generosity of the donors.
When again?
After a long vacuum, we yearn for SIC again with any theme that suits cultural customs and the times. The newbie in Steemit certainly wants to enliven the race, in addition to being a chance to hone writing and photography skills. The famous senior writers and photographers in Indonesia have also become Steemians who will make the SIC almost increasingly surge, competition increasingly tight, and posting a more colorful.
We are waiting for the SIC again as the submitted to me. Newcomers at least can feel the atmosphere of the race. The excitement that once existed, we now miss. Do you agree?
New Terms
With the addition of new Steemians from various regions in Indonesia, I suggest that in the next SIC if there is, added new terms such as certain SIC for Steemians who ever became champions. Can be limited to never be the first champion, or it could be for all winners, from first to hope three. This is to give birth to a new winner.
Perhaps this seems unfair. However, it can be limited to one or two next SICs, and afterward re-open freely for anyone. Or have any other ideas? Whatever it is, pass it in the comments field. Importantly, SIC must be re-established. Kiban?
Merindukan Steemit Indonesia Challenge
Pengguna platform Steemit di Indonesia tumbuh dengan cepat. Bisa terlihat melalui aplikasi atau yang paling sederhana dari postingan yang ada. Selain promo Steemit yang sering digelar di berbagai kota di Indonesia, tumbuh berbagai komunitas yang juga melakukan promo Steemit secara mandiri. Adanya komunitas di dalam komunitas adalah gejala lazim karena perubahan kepentingan. Secara personal, banyak Steemians melalukan promo Steemit sendiri tanpa pernah memposting kegiatannya.
Banyak pendatang baru di Steemit belum mengetahui bahwa dulu sering digelar Steemit Indonesia Challenge. Judulnya memang dalam bahasa Inggris, tetapi ini ada sebuah lomba dalam bahasa Indonesia bagi anggota Komunitas Steemit Indonesia. Lomba ini sudah banyak melahirkan juara, dan uniknya, selalu lahir juara baru dari pendatang baru di Steemit. Dalam platform Steemit, boleh jadi mereka adalah junior. Tetapi dalam perlombaan yang menuntut kemampuan tulis menulis, fotografi, dan wawasan, para pemenang ini sudah senior.
Sedikit gambaran
Khusus bagi pendatang baru dari Indonesia, saya ingin memberikan sedikit gambaran tentang Steemit Indonesia Challenge (SIC). Lomba ini sudah berlangsung sekitar 12 kali. Di awal menjadi Steemian, saya mengikuti dua kali lomba dan keduanya mendapatkan juara pertama. Juri saat itu adalah dan
, dua orang yang termasuk saya anggap guru di Steemit. Banyak memberikan berbagai informasi tentang Steemit. Dengan
saya sudah kenal sebelumnya kaena kami bersama pernah bekerja di Harian Atjeh Independent. Dengan
baru kenal setelah bergabung di Steemit.
SIC digelar dengan berbagai tema seperti tentang satwa, destinasi wisata, orang tercinta, budaya Indonesia, fasilitas publik, kuliner nusantara, bahkan terkadang membebaskan tema. Terserah kepada setiap Steemians ingin membuat tema tentang apa. Tema bebas seringkali diikuti banyak peserta.
Selain dan
, saya juga pernah tiga kali menjadi juri. Ketika menjadi juri, saya membangun tradisi menulis catatan seputar tema agar menjadi panduan bagi peserta. Setelah itu, satu catatan evaluasi setelah pengumuman lomba. Tradisi ini kemudian dilanjutkan juri lainnya. Beberapa Steemians yang pernah menjadi juri adalah berasal dari kalangan penulis dan wartawan seperti
,
,
, dan
. Terbangun juga tradisi Steemians yang pernah menjadi juri tidak mengikuti lomba meski itu tidak dilarang. Entah kalau ke depan ada SIC dengan hadiah lebih menggiurkan, hehehehe….
Beberapa pemenang
Para pemenang di SIC tidak hanya yang sudah lama. Saya dua kali menjadi juara pertama justru ketika baru sebulan bergabung di Steemit. Beberapa Steemians yang pernah menjadi juara adalah ,
,
. Juara SIC terakhir adalah
,
, dan
yang bertema tentang satwa. Sebelumnya juga ada penulis senior
dan
yang menjadi juara.
Dalam setiap SIC, minimal ada tiga pemenang dan terkadang juga ada enam pemenang, tergantung dengan banyaknya hadiah. Dalam SIC bertema kuliner nusantara, misalnya, pemenangnya ada enam orang, yakni berdasarkan juara pertama sampai harapan tiga: ,
,
,
,
,
, dan
. Khusus
yang sudah sering juara, memang memiliki keunggulan dalam fotografi dan sering menampilkan foto unik dari berbagai daerah di Indonesia. Barangkali sesuai namanya, ia sering jalan-jalan.
juga sudah pernah beberapa kali menjadi juara.
SIC yang mengambil tema failitas publik dengan juri , tampil sebagai juara
,
,
,
,
, dan
. Tentu saja masih banyak Steemians lain yang pernah menjadi juara. Saya agak terkejut ketika menyadari beberapa pemenang SIC sekarang sudah tidak terlalu aktif di Steemit, bahkan ketika sekarang nilai Steem dan Steem Dollars jatuh, tetapi masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sekitar tujuh bulan lalu yang untuk SBD hanya berkisar Rp13.000 per 1 SBD. Ke mana mereka?
Beberapa donatur
Di setiap SIC dengan jumlah hadiah yang beragam, selalu ada donator yang menyumbangkan SBD kepada pemenang. Donator tetap adalah yang memang sangat akrab di hati Steemians Indonesia. Kemudian ada
,
,
, dan
. Kurator Indonesia
dan
juga selalu menjadi donatur tetap.
Dari kalangan Steemians Indonesia juga pernah menjadi donatur seperti ,
,
,
,
,
,
,
, dan
. Sumbangan mereka tentu sangat membantu membangkitkan tradisi perlombaan berbahasa Indonesia di Steemit.
Sumbangan mereka tidak bisa dilupakan begitu saja karena telah membangkitkan gairah menulis di kalangan Steemians Indonesia. Beberapa donatur di atas kini masih aktif dan bahkan ada yang sudah menjadi “orang besar” di Steemit. Apresiasi patut diberikan atas kemurahan hati para donatur.
Kapan lagi?
Setelah lama vakum, kita merindukan kembali adanya SIC digelar dengan tema apa pun yang sesuai dengan adat budaya dan perkembangan zaman. Para newbie di Steemit tentu ingin meramaikan lomba tersebut, selain menjadi kesempatan mengasah kemampuan menulis dan fotografi. Para penulis dan fotografer senior yang terkenal di Indonesia juga kini sudah menjadi Steemians yang akan membuat atmosfir di SIC kian menggelora, persaingan kian ketat, dan postingan yang kian berwarna.
Kita menunggu adanya SIC lagi seperti yang disampaikan kepada saya. Pendatang baru setidaknya bisa merasakan suasana lomba. Keseruan yang dulu pernah ada, kini sangat kita rindukan. Sepakat, kan?
Syarat baru
Dengan adanya penambahan Steemians baru dari berbagai daerah di Indonesia, saya menyarankan agar dalam SIC berikutnya kalau memang ada, ditambahkan syarat baru seperti SIC tertentu bagi Steemians yang pernah menjadi juara. Bisa dibatasi tidak pernah menjadi juar pertama, atau bisa juga untuk semua pemenang, dari pertama sampai harapan tiga. Ini untuk memberikan kesempatan lahirnya pemenang baru.
Barangkali ini terkesan tidak adil. Namun, bisa dibatasi pada satu atau dua kali SIC berikutnya, dan setelah itu kembali terbuka bebas bagi siapa pun. Atau ada punya gagasan lain? Apa pun itu, sampaikan dalam kolom komentar. Yang penting, SIC harus digelar kembali. Kiban?