Bintang malam katakan padanya
aku ingin melukis sinarmu di hatinya,
Embun pagi katakan padanya,
biar kudekap erat waktu dingin membelenggunya.
Bintang malam sampaikan padanya,
aku ingin melukis sinarmu di hatinya.
Embun pagi katakan padanya,
biar kudekap erat waktu dingin membelenggunya.
Tahukah engkau wahai langit,
aku ingin bertemu membelai wajahnya,
Kpasang hiasan angkasa yang terindah,
hanya untuk dirinya.
Lagu rindu ini kuciptakan,
hanya untuk bidadari hatiku tercinta.
Walau hanya nada sederhana,
ijin kuungkap segenap rasa dan kerinduan.
Tahukah engkau wahai langit,
kuingin bertemu membelai wajahnya.
Kupasang hiasan angkasa terindah,
hanya untuk dirinya.
Lagu rindu ini kuciptakan,
hanya untuk bidadari hatiku tercinta.
Walau hanya nada sederhana,
ijin kuungkap segenap rasa dan kerinduan.
Berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Pagi ini begitu cerah. Matahari pagi muncul dari ufuk timur dengan jantan. Seolah ia berkata,
"inilah aku yang datang untukmu memberikan sebuah harapan besar bahwa hari ini hujan tidak akan turun. Setidaknya untuk hari ini, dan aku tak bisa memberikan jaminan untuk nanti malam. Ya, malam panjang untuk kalian."
Dan angin pun berhembus pelan membuat suasana pagi begitu romantis. Sambil menikmati secangkir kopi di teras rumah, tiba-tiba pikiranku melayang jauh dan seketika kusadari bahwa aku merindukan dirimu. Aku membayangkan betapa keindahan pagi ini akan semakin indah bila kau ada di sini bersamaku. Namun, kau tidak akan pernah ada di sini. Tak akan pernah!
Lalu, aku bertanya dalam hati, apa yang seharusnya kulakukan untuk mengobati segala kerinduanku? Aku putus asa, dan aku tak bisa berbuat apa-apa saat ini. kerinduanku yang begitu dalam tak akan pernah terobati bila hanya berdiam diri saja di dalam rumah ini. Aku harus berbuat sesuatu.
Apa yang bisa kulakukan tanpamu? Dan menghadirkan bayanganmu saja terasa sulit untuk saat ini. Setidaknya, itu yang kupikirkan sekarang.
Aku merindukan semua yang ada padamu setiap hari. Hanya kau yang mampu membuatku tersenyum dan kau tahu betul bagaimana melakukannya. Kau adalah salah satu wanita terindah yang dianugerahi Tuhan untuk hidup di dunia ini. Walau kau dihadirkanNya hanya untuk sementara saja, namun keindahanmu masih penuhi ingatanku. Ah, kau begitu mempesonakan dengan meninggalkan untukku begitu banyak kenangan yang sangat memikat itu.
Cinta dan kerinduan ini telah menjadi karang. Mereka tidak akan pernah bisa dihancurkan oleh Tsunami sekali pun. Kecuali Sang Maha Perkasa menginginkannya hancur, dan mereka akan lenyap dalam sekejab mata.
Wahai wanita terindah dalam hidupku, bagaimanapun juga aku harus berterimakasih untukmu. Kau pernah hadir mengisi hari-hariku dan berandil besar membentuk kedewasaanku menjalani hidup. Terima kasih sudah pernah mencintaiku dengan setulus hatimu, dan terima kasih untuk semua keindahan itu. Biarlah hanya kerinduan, kerinduan, kerinduan, dan kerinduan yang selalu ada untukmu. Ia akan kusimpan dengan baik dengan kemasan cinta terbesarku untukmu.
Selamat menyambut hari minggu sayangku. Selamat berbahagia bersama keluargamu.
Salam rindu,
Depok, 24 Maret 2002