Jangka adalah nama salah satu Kecamatan di Kabupaten Bireuen. Bagi saya, setiap mendengar nama Jangka, saya hanya terkenang dengan dengan 3 (Tiga) hal: Sepakbola, Laut, dan Tambak.
Saya memiliki alasan kuat mengapa ketiga hal itu identik dengan Jangka.
- Sepakbola
Bila kita bicara tentang Sepakbola di Bireuen antara Tahun 1990 hingga Tahun 2000-an, banyak Pemain dari Jangka membela Klub kebanggan kota saya bernama PSSB. Bahkan, Efendi Ibrahim dan Zulkifli Daud menjadi dua Pemain dari Jangka yang paling disegani di Indonesia ketika mereka masih berseragam Persiraja. Efendi juga sempat bermain untuk Persija Jakarta.
*Efendi Ibrahim dengan seragam Persija.
Lalu ada dua bersaudara yang juga andalan PSSB: Yahya Taher dan Yusni Taher. Belum lagi beberapa Pemain seangkatan saya seperti Iswandi, Reja, dan lain-lain. Dan masih segar dalam ingatan saya, setiap saja ada turnamen Sepakbola di Kabupaten Bireuen, Klub manapun akan merasa kerdil duluan bila hasil undian menempatkan mereka bersama PSPU Jangka.
- Laut
Hampir 100% wilayah Kecamatan Jangka dekat dengan Laut. Saya ingat bahwa Laut Jangka punya panorama indah yang membua hati nyaman. Waktu saya masih jadi Anak Sekolahan, hampir setiap Minggu saya mendayung Sepeda bersama teman ke Laut Jangka. Kami mandi sambil menunggu Matahari Terbenam di sana. Pemandangan indah Laut Jangka sudah dikenal sebagian besar masyarakat Bireuen. Tak mengherankan bila setiap Hari Minggu banyak sekali Pengunjung di Laut Jangka.
- Tambak
Sebagian besar Penduduk di Kecamatan Jangka memiliki Tambak. Mereka memelihara Ikan Bandeng dan Udang di dalam Tambak mereka. Setelah Bencana Gempa Dahsyat yang disusul naiknya Gelombang Tinggi (Tsunami) melanda Aceh 26 Desember 2004, selain banyak merenggut korban jiwa, semua areal tambak Warga Jangka pun ikut hancur. Bantuan pun mengalir banyak Ke Jangka baik dari Pemerintah kita maupun dukungan dari beberapa Lembaga Donor seperti UNDP, ADB (Asian Development Bank), Italian Coorperation, Terre des Hommes Italy, dan beberapa LSM International (INGO) lainnya. Saat itu saya bekerja untuk salah satu Lembaga Donor tersebut yang membantu para Petani tambak di Kecamatan Jangka.
Saya mendata semua Pemilik Tambak dan juga melakukan monitoring terhadap pengkuran area Tambak. Saya pun harus menelusuri puluhan Hektar Tambak yang ada disana setiap hari selama 6 Bulan. Dan saya masih mengenang jelas perlakuan dan penerimaan para petani dan pemilik tambak kepada kami. Bayangkan saja bagai mana kebaikan mereka yang menghadiahi kai beberoa ekor Mujahir dan Bandeng setiap hari.
Demikianlah 3 Hal yang paling saya ingat tentang Kecamatan Jangka yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bireuen, Propinsi Aceh, Indonesia. Semoga Anda terkesan dengan konten sederhana ini.
Keep eSteem ON![BA]
Silahkan Klik Bonus buat Anda sebuah platform baru seperti Steemit.
Jika Anda punya ide, buatlah kenyataan dengan proyek tentang Fundition.
*** on Steemit | Fundition & Steem Ambassador
Join a community where you could spread the love
Be a promoter of Steem and you will be rewarded by @steem-ambassador