Kawan kalo dijalani dengan enjoy sepertinya Ramadhan tak terasa berat. Buktinya kita baru saja melampaui setengah dari bulan mulia ini.
Di kampung saya ada kebiasaan kenduri di meunasah yang diselenggarakan pada pertengahan ke atas bulan puasa. Tahun ini setelah berembuk maka diadakan sore 14 Ramadhan atau malam ke 15.
Kenduri itu biasanya berasal dari sedekah warga yang sudah direncanakan sejak lama. Maka setelah jumlah hewan cukup barulah diselenggarakan. Saya pun pada suatu ketika pernah menyelenggarakannya. Ketika itu anak saya lahir laki-laki maka wajib atas saya aqiqah 2 ekor kambing.
Kewajiban tersebut saya tunaikan pada bulan puasa dan ditambah oleh hewan sedekah warga lainnya.
Seperti kali ini, terkumpul lima ekor kambing. Pemilik hajatan biasanya menanggung dari hewan, bumbu masak, sedekah tukang masak, hingga beras.keguatan ini dilaksakan oleh warga kampung sesuai dengan keahliannya masing-masing . Ada yang sedari pagi sudah stand by dengan perkakas sembelih dan potong memotongnya. Ada menyiapkan racikan bumbu memasak kambing.
Bahkan kali ini bocah bocah pun berpartisapasi. Mereka bersama memarut timun untuk minuman ketika berbuka nanti.
Setelah masak daging kambing biasanya di bagi dua bahagian. Yang satu di kemas untuk dibagikan kerumah warga. Satu bahagian lagi untuk warga khususnya laki-laki yang akan berbuka bersama dimeunasah setelah sebelumnya memanjatkan doa yang dipimpin ulama setempat.
Setelah dikemas maka panitia melalui corong mikrophon mengumumkan pada warga agar mengambil paket masakan dengan menukarkan kupon yang telah dibagi beberapa hari sebelumnya.
Sekian saja kawan. Semoga yang bersedekah kali ini diberkahi Allah dan dikabulkan apa yang mereka hajatan.