Saya datang lagi mengunjungi Galon Kupi Sigli. Rindu akan aroma kopi saring yang harum adalah jawaban saya kembali.
Membaca kata kopi arang bisa saja anda akan berasumsi sejenis kopi di Jogja sana yang dimasukkan bara arang yang dikenal dengan kopi joss. Merujuk pada desis ketika bara masuk ke kopi dan diyakini kopi ini juga berkhasiat obat.
Tapi anda salah. Kopi arang kali ini adalah kopi saring yang airnya didihkan dengan arang, bukan kompor. Ini nih penampakannya.
Anglo, wadah untuk pembakaran arang biasanya di gunakan pada dapur mie Aceh kali ini di daulat sebagai penyumbang kenikmatan pada kopi.
Aroma kopi yang melewati kerongkongan menyisakan getah kopi yang khas, ya ini yang saya suka.
Saya berkesempatan berbincang-bincang dengan bang Bustami sang barista utama di warung ini. Bustami menjelaskan panas api yang dihasilkan arang mampu membuat sari dari kopi keluar secara maksimal.
Bang Bustami serius menjelaskan
Apapun itu, kopi disini pas dengan lidah saya. Maka tak perlu alasan yang rumit untuk kembali dan menikmatinya.
Oya warung ini terletak lebih kurang 1 km dari Kota Sigli di jalan elak baru, tepat dipersimpangan kantor PDAM, atau kantor Pemadam Kebakaran.
Sudah ngopi hari ini kawan ?