Salam sejahtera steemians!
Setelah heboh dengan fenomena supermoon atau depressed moon bulan Januari 2018, fenomena langka itu terjadi sekitar 150 tahun sekali. Kini lagi viral Aphelion.
Berbicara soal Aphelion, saya sendiri sebenarnya masih awam soal Aphelion. Lagi viral membahas soal aphelion di berbagai grup dan media sosial dan bahkan mengadakan kuis berhadiah tentang Aphelion. Saya sendiri penasaran, lalu saya coba cari tahu di Google apa itu aphelion. Sesudah membaca dari berbagai sumber di internet saya bisa memahami, apa itu Aphelion?
Aphelion merupakan jarak terjauh antara bumi dalam orbitnya mengelilingi matahari. Sehingga tidak salah jika suhu menjadi turun dan berubah dingin di sebagian besar wilayah Indonesia. Namun apakah benar demikian?
_Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, kondisi cuaca yang terjadi saat ini tak ada hubungannya dengan aphelion. Suhu udara itu dipengaruhi distribusi panas di bumi akibat perubahan tahunan posisi matahari._
Sedangkan kebalikannya adalah Perihelion, yaitu jarak terdekat bumi dengan matahari*.
Berdasarkan informasi BMKG, pada 6 Juli 2018 kemarin. Bumi akan berada di titik aphelion yaitu posisi bumi berada jauh dari matahari. Dan itu menyebabkan suhu bumi menjadi lebih dingin dan mencapai titik minimumnya.
Aphelion tahun ini sudah terjadi 6 Juli 2018 pukul 23.48 WIB. Karena puncaknya terjadi saat malam hari, maka kita yang berada di Indonesia dan sekitarnya tidak bisa melihat peristiwa ini, hanya saja suhu udara menjadi lebih dingin yang bisa dirasakan.
Itu tandanya udara menjadi sangat dingin pada malam hari. Hal ini bisa menyebabkan bayi dan lansia mengalami gangguan kesehatan seperti mimisan, demam, hypothermia.
Demikian menurut pemahaman saya tentang Aphelion. Semoga bermanfaat bagi Anda yang belum memahami tentang Aphelion.[]