Selamat siang sahabat steemians semoga kita dalam keadaan sehat wal-afiat dan dapat beraktifitas seperti biasa, pada kesempatan ini saya ingin berbagi tentang mengantar anak mengikuti lomba berhitung fakultas tehnik.
Setelah shalat subuh kami langsung bersiap-siap untuk mengantar kakak Annisa ke Kampus Politeknik karena dikampus politeknik lah diadakan lomba menghitung cepat tingkat SD.
Jam 8 kami sudah sampai di kampus politeknik dan langsung mendaftar.
Acara pun hampir dimulai dengan peserta sudah siap, kelas 1 dan kelas 2 digabung menjadi satu kelompok begitu juga selanjutnya kelas 3 dan 4.
Acara pun segera dimulai dengan masing-masing pembimbing menulis nama peserta dikertas jawab, nama sikakak sedikit ada kekeliruan karena ditulis oleh pembimbing nya Annisa Zuhinda padahal nama sikakak Annisa Zuwinda, saat pembimbing menanyakan lagi sekolah dimana? Kakak hanya menjawab SD 1. Tidak lengkap menyebutkan SDN 1 Syamtalira Bayu.
Setelah selesai mereka mengikuti lomba berhitung untuk gelombang satu diperbolehkan keluar dan menunggu hasil akhir siapa yang lulus 10 besar, sekitar 15 menit hasil pun keluar kami lihat dinomor 10 ada nama Annisa Zuhinda dari SDN 1 Lhokseumawe. Kami pun langsung menanyakan kepada panitia apakah di nomor 10 itu Annisa Zuwinnda? Mereka tanpa memeriksa langsung menjawab bukan, itu bukan anak anda, itu sudah jelas tertulis Annisa zuhinda dari SDN1 Lhokseumawe.
Kami pun langsung pulang, dengan hati masih ragu, tetapi saya yakin itu adalah nama sikakak, tetapi apa boleh buat karena panitia sudah memutuskan memang ada anak lain yang bernama Annisa zuhinda yang sekolah dilhokseumawe.
Sesampai dirumah kakak merasa sedih, dan saya memberi motivasi kepada kakak bahwa kegagalan itu adalah awal dari kemenangan kak, kalau kita selalu berhasil takutnya kita menjadi sombong. Makanya kakak harus selalu semangat.
Inilah postingan saya siang ini semoga sahabat steemians menyukainya