Good day, good people.
Kali ini ingin rasanya saya menceritakan sebuah kisah unfaedah kepada teman-teman steemian semua. Serangkai kisah resah yang bukannya membuat saya nyaris berbungkam durja namun berakhir tertawa-tawa, riang-riang kesal gimana gitu rasanya. Iya, ini merupakan skenario yang sudah saya rancang sejak lama. Sebuah kisah yang ditunggu-tunggu untuk dibagikan dengan rasa bangga dan penuh bahagia kepada masyarakat di dunia maya dan nyata. Namun, seperti biasa, kehidupan senang bercanda. Alih-alih beruang, ternyata berakhir berhutang (budi) kepada banyak stemian.
Maka mari sama-sama kita nikmati sebuah pengalaman perdana seorang anak manusia yang berjudul Gaji Pertama Menulis di Steemit yang GAGAL diterima. Selamat membaca.
Suatu hari, tersebutlah sebuah akun yang berencana untuk mencairkan sebahagian remah-remah tabungan yang ia hasilkan dari kegiatan menulis di sebuah platform sosmed kekinian yang bernama #steemit. Cerita punya cerita, setelah mengikuti kelas khusus dengan mentor
dan
, si pemilik akun yang tulisannya sedang Anda baca ini, begitu semangat dan yakin bahwa ia akan dengan gampangnya mencairkan tabungan virtualnya menjadi lembaran-lembaran rupiah di alam nyata. Setelah melafalkan mantra Vip-BlockTrade-Steemit, rentetan nama situs yang diperlukan untuk mencairkan sang crypto,
pun mulai menunggu sms banking dari hp tinut jadul kesayangannya.
Semalam, dua malam, hatinya deg-degan tidak karuan, penasaran sekaligus gusar. "Jangan-jangan steemit nipu?"*, terlintas pemikiran gila di malam ketiga. Hal tersebut disebabkan karena teman-temannya pernah berkata, paling lama pada hari ke-3, uang sudah bertengger cantik di rekening masing-masing steemian.
Mencoba percaya, cepat-cepat kegusaran itu saya tepis jauh-jauh. "Mungkin karena sedang libur Imlek plus libur-libur lainnya, bank sedang tutup, jadi wajar jika memakan waktu lebih lama", tutur saya dalam hati mencoba menghibur diri. Saya mencoba berpositive thinking. Malam ketiga pun berlalu. Namun sayangnya, malam keempat dan kelima juga hampa berita. Sehinggap genap seminggu menunggu dengan kepanikan dan rasa uring-uringan, antara buta petunjuk dan tak ingat untuk bertanya, maka saya pun menerima kutukan kegalauan berhari-hari. Hingga, secercah kesadaran datang dan saya pun memutuskan untuk kembali berkonsultasi dengan steemian berpengalaman lainnya. Lalu saya diarahakn untuk menghubungi langsung operator VIP melalui Live Chat. Menyoe ka teuka bangai syit hana meune, begitulah kata indatu zaman dulu.
Maka terjadilah percakapan sepanjang jalan kenangan antara saya dan sang operator yang berakhir pada pengiriman foto ktp dan foto buku bank untuk mengkonfirmasi kebenaran identitas saya. Identitas tidak diakui itu ternyata tidak enak rasanya, jadi sedih dan baper kita jadinya. Semacam nasib orang-orang Rohingya ya. Lho?
Baiklah, kembali ke pembicaraan gaji pertama dari steemit yang berakhir gagal. Nah, seperti petunjuk dari operator, saya pun segera mengabari admin untuk say hello, temu kangen dengan uang saya yang udah pelisiran entah ke mana. Di tahap ini saya mempelajari satu hal baru.
Ternyata, proses transfer uang dari akun VIP ke rekening bank kita masing-masing tidak dapat dipantau secara langsung, so kita hanya mampu berharap dan percaya. Ngeri-ngeri sedap gimana gitu ya.
Akhirnya, tidak perlu menunggu lama, sebuah berita duka kembali saya terima melalui email. Iya, maaf keun.
Kemudian saya memperlajari satu hal lainnya.
Uang dari VIP yang gagal ditransfer ke rekening bank steemian yang bersangkutan, akan dikembalikan ke akun kita, walau butuh waktu yang tidak singkat. Sekitar satu minggulah. Syukur dah, yang penting ia kembali.
Namun masalahnya adalah saya telah diracuni promo diskon buku dari salah seorang teman saya. Dengan kata lain, saya memerlukan solusi cepat agar uang saya yang bernasib bak buah simalakama, SBD bukan Rupiah pun tidak, bisa segera dicairkan. Hahaha.... syalalala. Pengalaman pertama saya di dunia nyata memang kerap aneh bin ajaib, siapa sangka berlaku juga di dunia steemit
Setelah dipikir-pikir, akhirnya saya memutuskan untuk meminta bantuan salah seorang steemian yang baik hati, sang pencinta sepeda dan zenja untuk menitipkan uang tak seberapa mana itu ke rekeningnya. Dia pun setuju. Namun, masalah lainnya muncul.
Ternyata, uang di akun VIP kita tidak bisa langsung ditransfer ke wallet steemian lainnya.
Dengan kata lain, saya harus kembali menjalani proses mengubah uang IDR di akun VIP saya menjadi bentuk SBD atau Steem agar bisa dikirimkan ke akun steemian lainnya. Panik? Jelas. Tapi mari sama-sama kita ucapkan terima kasih kepada salah seorang steemian, , yang telah menuliskan lengkap Tata Cara Mengubah uang di VIP menjadi SBD atau Steem pada steemit. Saya pun mempelajari satu hal baru lainnya.
Ternyata, proses ubah mengubah wujud dari Steem/Steem Dollar ke Litecoin/ETH dan sebaliknya memotong sebahagian nominal uang kita sebagai biaya ADM.
Untuk pengalaman mengesankan ini saya pun kehilangan sekitar 2 SBD. Sedih? Tidak sama sekali. Saya justru merasa kegagalan ini sebagai lelucon pembelajaran berharga. Dengan pembelajaran sekomplit dan sekomplek itu, 2 SBD tidak ada apa-apanya. Setaralah dengan harga untuk mengobati kebodohan dan minimnya pengalaman saya di dunia steemit ini.
Namun, bagi teman-teman yang belum pernah mencairkan SBD dan Steem ke Rupiah, jangan pula mengulangi kesalahan saya ya. Cek baik-baik biodata di VIP dan juga nama serta nomor rekening yang akan digunakan. Terus jangan malu bertanya, baik kepada operator mau pun steemian lainnya. Pokoknya, kalau panik ngajak-ngajak, jangan sendirian ngegalau gak karuan. Itu aja sih. Maaf kalau bahasa tulisan kali ini rada amburadul dan tidak ada bahasa inggrisnya. Terima kasih telah membaca. Semoga bermanfaat.