Gerhana bulan baru selesai. Orang-orang shalat sunat muaakkadah gerhana bulan sudah pulang ke rumah. Yang motrat-motret gerhana dari sudut ini-itu pun pasti sedang sibuk beberes lensa kameranya, atau banyak juga yang sedang sibuk menayangkan hasil jepretannya ke banyak laman media sosial. Terus, bisa jadi juga di waktu yang sama, sekarang maksudnya, seorang pegombal sedang sibuk telponan dengan calon kekasihnya. Topik pembicaraannya sudah tentu seputaran gerhana bulan, sementara si calon kekasih mendengarnya dengan perut mules karena inilah malam pertama datang bulan edisi Januari 2018 ia alami.
Bukan. Ini bukan tulisan bersoal gerhana bulan, melainkan menyoal bagaimana banci bisa datang bulan?
Pertanyaan di atas sebenarnya telah mengapung dalam pikiranku sejak kampanye elgebete menguat beberapa tahun lewat. Lalu, berita seputaran Setnov, mulai dari ia minta saham sampai tiang listrik dengan sengaja menabrak laju mobilnya hingga bakpau lahir di jidatnya, membuat pertanyaan kemungkinan kedatang-bulanan para banci itu tenggelam. Tapi, alhamdulillah, Kapolres Aceh Utara AKBP Untung Sangaji dengan operasi beberapa malam kemarin, ditambah gerhana bulan, membuat pertanyaan itu mengapung kembali setelah lama tenggelam.
Merujuk dari laman Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata banci dibagi dalam dua penjelasan. Pertama banci sebagai kata sifat, dan kedua banci sebagai kata benda. Jelasnya lihat gambar di bawah paragraf ini. Baca sendiri. Capek juga kalau urusan itu harus kusalin lagi.
Memahami banci sebagai kata sifat sesuai dengan apa yang tertera di kamus, membuatku bingung bukan kepalang. Tapi untunglah, ada keterangan banci sebagai kata kerja, yaitu; laki-laki yang bertingkah laku dan berpakaian sebagai perempuan. Bertingkah laku sebagai perempuan di sini tentu sudah mencakup di dalamnya penyuntikan silikon di bagian dada agar dadanya berbuah, dan termasuk pula usaha-usaha lain semisal mengganti nama panggilan dari Tono menjadi Tiny.
Merunut dari KBBI, Tono yang menjadi Tiny, yang dadanya telah berbuah itu adalah kata benda. Maka sejatinya sebuah benda adalah mempunyai sifat. Api sebagai benda punya sifat panas, begitu pun upil sebagai benda punya sifat sejuk, begitu pula Tono sebagai Tini punya sifat banci. Sifat panas api jelas artinya bagaimana. Sifat sejuk upil bisa kita rasakan sendiri sensasinya. Nah bagaimana dengan sifat banci Tono yang Tini itu jika kita rujuk dari penjelasan KBBI di atas?
Sifat banci Tono yang Tini sesuai rujukan KBBI itu adalah tidak berjenis laki-laki dan juga tidak berjenis perempuan. Apakah kalian paham? Sama. Aku juga tak paham, malah seperti kukatakan sebelumnya, bingung kepalang.
Dalam kebingungan itulah tadi aku menyempatkan diri berdoa, agar Tono yang Tini, atau Warto yang Warti, bisa datang bulan rutin biar sifat-sifat mereka dipahami KBBI kita. Dan lagi, jika doaku mustajabah, lusa atau minggu depan permintaan pembalut makin meningkat sebab bukan hanya dibutuhkan para perempuan, tapi juga para banci. Demikian semoga kita semua selalu dalam damai, tidak saling membenci apalagi saling membanci.