dunia luar mengakui politik luar negeri dan ekonomi aceh hebat pada abad 15 dan 16 tahun mashi yang lalu. cina yang terkenal dengan siasat dagang perekonomiannya, tak sangup berhadapan dengan Aceh masa tersebut.
pada abad ke-15 mashi, cina menjadi raja ekonomi dikawasan nusantara dan beberapa kerajaan diwajibkan membayar upeti arau sejenis pajak kepada cina, tetapi cina tidak pernah berhasil menaklukan aceh " tak ada kekuatan cina saat itu mengalang misi dagang untuk menguasai perekononian aceh, karena politik ekonomi yang dijalankan aceh saat itu tergolong licik.
bangsa aceh saat itu juga dikenal punya siasat dagang tinggi hampir serupa dengan cina. saudagar dari aceh, mengirim produk alam yang merambah hingga ke pasar benua Eropa dan Amerika.dunia sudah mencampur kehidupan seperti dalam sebuah blender waktu sehingga segala zaman nyaris tak dapat di identigikasi bila kejadian-kejadian dalam persoalan pribadi, kaum, suku bahkan bangsa walau dalam kontek sektoral, wilayah, daerah atau global yang tak tercatat dan terdokumentasi.
dari segi perjalanan tatkala di situ manusia memahami estafet perubahan dan pesona perkembangan untuk terbentuk dalam sebuah inovasi melalui pergumulan daya pikir sekarang. orang bijaksana mengatakan "sejarah bukan untuk dihafal, tetapi diinterpretasikan supaya hakikat yang tertutup bisa digali.
"kembali ke re-word, manusia belajar dari masa lalu" kata said safwatullah, SH. Staf advokasi pos bantuan hukum Hak Azasi Manusia (PB-HAM) pidie.
Dari evaluasi diatasi :
Aceh hendaknya hari ini dan kedepan adalah bukan lagi aceh yang lemah. Untuk menghindari perang, aceh harus kuat: dalam segala hal, kekuatan yang lebih penting memulai kebersatuan atau bersatu secara komunitas dan individu saling menghargai komunitas.