Hai steemians...
Terinspirasi dari tulisan kak saya ingin menceritakan rasanya terjebak di dalam lift.
Waktu itu kami masih menggunakan lift yang lama, saya sedang mengambil beberapa bag darah pasien dari PMI. Semuanya biasa saja, awalnya saya dan beberapa pasien rawat jalan masuk ke dalam lift. Kondisi liftnya tidak penuh bahkan bisa dibilang sedikit penumpang. Lift membawa kami melaju ke atas hingga terdengar suara yang begitu keras seperti suara mesin meledak, tiba-tiba lift berhenti dengan hentakan yang kuat. Beberapa pasien wanita mulai berteriak histeris. Saya yang sudah beberapa kali mengalami hal yang sama mencoba menenangkan sambil memencet tombol darurat. Tapi kengerian tidak berhenti disitu karena disusul dengan lampu yang padam yang membuat teriakan histeris kembali terdengar. Syukurlah tak lama sesudahnya pintu lift terbuka, ternyata kami berhenti diantara lantai 4 dan 5, jadi pemandangan yang kami lihat bukan lantai utuh melainkan setengahnya adalah dinding sehingga untuk keluar harus merangkak. Terdengar suara pasien yang mengatakan trauma naik lift lebih baik pakai tangga saja.
Banyak desas desus yang mengatakan bahwa lift itu merupakan barang bekas hotel dengan tahun pembuatan yang sudah lama.
Kejadian yang lain pernah saya rasakan sesudah lift diganti. Sangat kebetulan saat saya di dalam lift, mati listrik di seluruh bangunan rumah sakit. Bersyukur saat itu saya tidak sendiri ada beberapa keluarga pasien berada di dalam lift yang sama. Memang ketika mati listrik semua lift juga ikut mati tapi ini tidak berlangsung lama karena begitu lift mati di saat yang sama pintu langsung terbuka pas di lantai, jadi tidak berada di tengah-tengah lantai dan dindingnya.
Begitulah yang saya rasakan di rumah sakit pemerintah ini, kebanyakan sarana tidak di maintenence sehingga cepat rusak
Salam