Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Alhamdulillah wasyukurillah, bisa bersua kembali dengan sahabat steemians. Apa kabar semua? Semoga bahagia selalu.
Terima kasih pada kak yang kembali mengundang kami untuk berkompetisi dalam #Ramadhan-giveaway yang kali ini mengambil tema Jika Kamu Bisa Kembali ke Awal Ramadhan, Apa yang Ingin Kamu Perbaiki ? Sungguh inilah pertanyaan yang banyak sekali letupan jawaban yang ingin aku tumpahkan.
Dan inilah jawabannya:
Meminta maaf
Saat penyambutan Ramadhan aku ingin sempatkan meminta maaf pada semua saudara dan handai taulan sebanyak-banyaknya, agar hati terasa lapang memasuki bulan penuh berkah, Ramadhan karim.Mengisi waktu dengan tadarus AlQuran. Karena tahun ini masih di Taiwan, kesempatan untuk tadarus sangat kecil. Bagiku tidak sekedar membaca saja. Itu pun hanya beberapa surat tanpa adanya teman yang bisa memperbaiki bacaanku. Insyaallah tahun depan, semoga dipertemukan kembali dengan Ramadhan. Usia sudah tak muda lagi, malu rasanya dengan anak-anak yang begitu rajin menghafal ayatullah bahkan hadist serta maknanya. Sedangkan aku? Apa bekal ilmu yang akan dibawa saat ujian di ambang peristirahatan dan padang masyar? Sedih.
Mengunci mulut untuk berghibah.
Astagfirullahaladziim. Untuk hal satu ini mengapa selalu ada yang menggoda, kadang mendengar curhatan seorang teman dari telephone ataupun media sosial. Bahkan sampai memancing emosi. Walau berhasil mengatasi masalahnya, namun tetap saja ganjalan rasa bersalah dan dosa itu menghantui.
Bagaimana pun caranya, harus bisa menghindar. Menyibukkan diri di #steemit, membuat postingan bermanfaat. Menekuni hobi menggambarku, dapat fulus lagi he he.
Istiqomah penambah shalat sunnah.
Betapa banyak waktu terlewat yang sebenarnya bisa digunakan. Aku harus mempercepat cara kerja, pasti bisa menggunakan sisa waktu untuk beribadah, selain yang fardlu ain.
Melaksanakan tarawih, mendengarkan khotbah subuh. Ya Allah, sudah tak terbendung rindu ini. Sementara ini mendengar dari radio-radio FM yang ada di Indonesia.Ingin sekali menulis pengalaman puasa dari hari pertama hingga akhir. Sebagai pengingat betapa tidak mudahnya menghadapi nyinyiran orang yang tidak tahu apa dan bagaimana kami puasa. Maklum karena mereka memang bukan seagama. Mereka berpikir bahwa aku hanya menyiksa diri. Walau sudah aku jelaskan bahwa puasa baik untuk kesehatan, dan alhasil tetap tidak mau tahu. Allahu alam.
Insyaallah, diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan tahun depan. Aamiin Ya Rabbal Aalamiin.
Akhirulkalam, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuhu.
Hormat saya
Salam SBSM (Semangat Belajar Sampai Mati)